Pertamina Tambah Pasokan  57.120 Tabung Gas Elpiji 3 Kg


PT Pertamina MOR IV melakukan extra dropping elpiji  3 kg  di wilayah Kabupaten dan Kota Tegal karena tingginya permintaan masyarakat. Foto. Dok/Eko Saputro

TEGAL, WAWASANCO – PT Pertamina Marketing Operation Region IV melakukan penambahan fakultatif/ extra dropping elpiji  3 kg sebanyak 57.120 tabung di wilayah Kabupaten dan Kota Tegal. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah dalam memenuhi tingginya permintaan masyarakat yang meningkat di bulan ini.

“Memang sejak memasuki H-10 Idul Adha, konsumsi elpiji mengalami peningkatan sekitar 2 persen dari rata-rata konsumsi normal. Hal ini disebabkan dengan banyaknya kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan, acara pelepasan haji dan lain-lain di berbagai daerah dan ini  diikuti oleh kebutuhan elpiji untuk memasak meningkat.” jelas Unit Manager Communication & CSR MOR IV, Andar Titi Lestari dalam siaran persnya, Kamis (1/8).

Andar menambahkan, antisipasi Pertamina untuk menambah pasokan sudah dipersiapkan sejak pertengahan Juli dan konsumsi elpiji hingga H-10 Lebaran ini meningkat dari rata-rata harian normal 51.200 tabung naik 3,5% saat ini menjadi 62.990 tabung .

"Puncak permintaan elpiji diprediksi akan terjadi H+1 dan H+2 setelah Idul Adha. Sehingga,  Pertamina MOR IV akan mempersiapkan tambahan fakultatif (di luar kuota regular) sebanyak 2.800 tabung di kedua tanggal tersebut atau 5,5% dari total tambahan fakultatif di bulan Agustus yaitu 57.120 tabung," terang Andar.

Dia mengemukakan, indikator ketercukupan elpiji di pasaran itu dilihat dari ketersediaan di akses pembelian resmi  Pertamina, yaitu di pangkalan dan untuk wilayah Tegal rata-rata pihaknya memiliki 1.248 pangkalan resmi yang tersebar di Kota dan Kabupaten Tegal. Hadirnya SPBU yang menjual elpiji  juga merupakan salah satu langkah Pertamina untuk memudahkan masyarakat mendapatkan elpiji. Sehingga, dengan tambahan fakultatif kepada agen dan pangkalan resmi tersebut dipastikan kondisi pasokan elpiji di Tegal aman dan tersedia.

Dikatakan,  kebijakan penerapan distribusi elpiji  3 kg berbeda dengan non-PSO. Di mana, Pertamina mengikuti Peraturan Menteri ESDM No.26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji. Telah diatur pada pasal 18 – 20 tentang pendistribusian dan pengguna elpiji tertentu dalam hal ini adalah elpiji 3 kg. 

"Untuk memperoleh elpiji 3 kg, kami menghimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat," paparnya.. 
Adapun untuk pasokan dan harga elpiji di tingkat pengecer, tandas Andar, tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina. Sehingga Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan elpiji 3 kg. 

“Kami berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga, kuota ini yang harus kami jaga dengan berkordinasi dan melibatkan pemda dan kepolisian terhadap pendistribusian. Apabila didapatkan ada penimbunan dan pengoplosan,  maka kepolisian tidak akan segan untuk menindak.” ujar Andar.

Pertamina pun menghimbau masyarakat untuk membeli di agen dan pangkalan elpiji  resmi serta mengajak masyarakat mampu untuk menggunakan elpiji  non subsidi agar elpiji bersubsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu dapat tepat sasaran penggunaannya. 

"Apabila membutuhkan informasi lebih lengkap di mana lokasi agen dan pangkalan terdekat, dapat menghubungi Pertamina Contact Center di 135 dengan menyertakan informasi kecamatan dan kelurahan domisili," pungkas Andar.

 

Penulis : ero
Editor   : edt