Umat GKJ Pengalusan Amankan Shalat Idul Adha

105

Pendeta GKJ Pengalusan, Bagus Imam Cahyono, S.Th (tengah) bersama jemaat GKJ Pengalusan saat menjaga pengamaman Shalat Idul Adha di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga

PURBALINGGA, WAWASANCO-Kerukunan umat beragama di desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga ini layak dicontoh daerah lain. Yakni saat umat muslim di tiga masjid di desa yang berada di kaki Gunung Slamet itu melaksanakan Shalat Idul Adha, Minggu pagi (11/8), penjagaan keamanan dilakukan oleh 15 umat Kristen dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pengalusan.
    GKJ Pengalusan yang berpusat di Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga selama ini memiliki  pepanthan (kelompok) di Dusun Brobahan, Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Dalam hal ini, jemaat  GKJ Pengalusan yang  pada hari Minggu biasanya memulai ibadah  pada jam  06.30 WIB, pada hari Minggu (11/8/2019), diundur menjadi jam 09.00 WIB, karena sebagian warganya bertugas melakukan pengamanan Shalat Idul Adha terlebih dulu.
         Pendeta GKJ Pengalusan, Bagus Imam Cahyono, S.Th kepada wartawan mengemukakan, jemaat GKJ Pengalusan di Pepanthan Brobahan Desa Serang berinisiatif mendahulukan  pengamanan shalat Idul Adha terlebih dulu di tiga masjid di Desa Serang. Yakni masjid Miftahul Huda, Masjid Al Ikhlas dan Masjid Fatkhul Huda.
    “Mengingat Idul Adha kali ini jatuh hari minggu, dan bersamaan dengan saat umat Kristen ke gereja, maka sebagai wujud toleransi yang sudah terjain baik selama ini antara kami  dengan warga Desa Serang, kami mendahulukan pengamanan shalat Idul Adha terlebih dulu. Setelah bertugas pengamanan, ibadah dimulai pukul 09.00 WIB,”   ujar Bagus Imam Cahyono yang didampingi koordinator pengamanan shalat Idul Adha  dari GKJ Pengalusan, Sutrisno.
    Ada 15 warga GKJ Pengalusan, baik jemaat dewasa maupun pemuda  yang bertugas mengamankan pelaksanaan Shalat Idul Adha di tiga masjid itu. Setiap masjid yang rata-rata dihadiri kurang lebih 400 warga muslim yang menunaikan shalat Idul Adha, dijaga oleh 5 orang.
    Tidak ada polisi yang ikut membantu pengamanan itu, karena dari tiga  masjid di Desa Serang dan GKJ Pengalusan bersepakat, pengamanan sepenuhnya dilakukan oleh jemaat GKJ Pengalusan.    
     Para petugas keamanan itu, mengatur arus lalu-lintas yang memang ramai kendaraan yang melintas di depan tiga masjid itu, dan membantu menyeberangkan orang yang mau shalat Idul Adha maupun seusai Shalat Idul Adha. 
    Lokasi tiga masjid itu  berada di jalur wisata dan jalan raya jurusan Purbalingga-Pemalang, sehingga selalu ramai.
    “Tugas keamanan kami laksanakan sejak jam 05.30 WIB hingga shalat Idul Adha selesai sekitar jam 08.00 WIB. Kami  membagi tugas, ada yang bertugas di jalan raya , ada  yang patroli keliling rumah warga yang dikhawatirkan ada pencuri, pengaturan jalan masuk dan keluar  masjid, dan ada juga yang menjaga hewan qurban terdiri 3 sapi dan 12 ekor kambing di sekitar masjid saat shalat Idul Adha berlangsung, “ timpal Sutrisno.

Bazar dan Pengobatan Massal
    Seusai Shalat Idul Adha, diadakan bazar dan pengobatan massal oleh Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Purbalingga, yang dipusatkan di halaman Masjid Al-Ikhlas Desa Serang.
    Bazar diisi dengan penjualan sembilan bahan pokok (Sembako) murah, dan pakaian pantas pakai dengan harga sangat murah. Sedangkan pengobatan massal untuk umum, bertujuan mengobati warga Desa Serang dan sekitarnya. Diketahui, banyak warga yang  menderita sakit Infeksi Saluran Pernapasan, panas, demam, pusing dan darah tinggi.
    Pendeta Bagus Imam Cahyono berharap, komunikasi yang telah terjalin baik dan erat antara umat Islam dan Kristen di daerah kaki Gunung Slamet ini, terus dijaga. “Sambutan dari pihak masjid dan warga muslim selama ini, sangat baik. Kami saling menjaga dan menghormati, sehingga setiap perayaan kegiatan keagamaan maupun dalam kehidupan sehari-hari, dapat berjalan dengan aman dan nyaman,” ujar Bagus Imam Cahyono.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt