BKGS Dropping Air Bersih di Wilayah Kekeringan

115

Ketua BKGS Purwanto dan pengurus saat membantu ditengah dropping air bersih di Dusun Ploso dan Kembang, Randuacir, Argomulyo, Salatiga, akhir pekan lalu. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Badan Kerjasama Gereja-gereja Salatiga (BKGS) Kota Salatiga melakukan aksi peduli menyalurkan air bersih (dropping air bersih) di titik-titik kekerigan di Kota Salatiga, akhir pekan lalu. 

Untuk kegiatan perdana, BKGS menerjunkan dua tangki air bersih di Dusun Ploso dan Kembang, Randuacir,  Argomulyo, Salatiga.  Alhasil, puluhan warga menyerbu bantuan air bersih ini. Air yang dimasukan ke tempat penampungan langsung habis dalam hitungan jam. Warga sangat senang ditengah kesulitan air bersih mendapatkan bantuan dari sejumlah pihak. 

Sebelumnya juga, Pemkot Salatiga melalui Satpol PP juga melakukan kegiatan sejenis.  Ketua BKGS Purwanto kepada Wawasan menuturkan, kegiatan membagikan air bersih di wilayah kekeringan di Salatiga bertujuan selain kepedulian sosial, disaat ada sejumlah wilayah yang kesulitan air bersih juga merupakan program dari Bidang Sosial BKGS

"Gereja-gereja anggota BKGS yang telah memberi dukungan dalam penyediaan air bersih untuk beberapa daerah terdampak kekeringan di Salatiga. Sebenarnya kegiatan ini telah berjalan tahun lalu," kata Purwanto. 

Dan saat ini, ujarnya, kegiatan dropping air dengan cara sokongan. Dari total 96 gereja di Salatiga untuk kegiatan dropping air bersih ini hanya melibatkan 26 geraja saja. 
Harapannya lima bulan kedepan, BKGS bisa memberikan bantuan air secara berkala.  Secara jadwal, lanjutnya, BKGS telah berkoordinasi dengan Pemkot Salatiga dalam hal ini Satpol PP terkait penyalurannya. 

Pasalnya, bantuan yang disalurkan diharapkan tidak berbenturan dengan pihak-pihak lain yang juga menyalurkan bantuan sejenis.  Saat ini, memang baru terpusat di Salatiga. Targetnya dalam seminggu sekali akan dikirim air bersih. Sekali kirim, 2-4 tangki atau tergantung kebutuhan. 
"Satu hari dalam seminggu. Yang mengatur (jadwal dropping) Pemkot Salatiga," tandas 

Seorang ibu rumah tangga warga setempat Supriyani (55) mengaku sangat senang bisa mendapatkan air bersih tanpa harus berburu ke sejumlah mata air di pinggiran Kota Salatiga. 

Diakui Supriyani, kekeringan sudah sejak bulan Juli 2019. Dengan adanya bantuan dari sejumlah pihak termasuk BKGS sangat terbantu. 
"Soalnya kami cari air susah. Ada sumur tapi kering semua. Dengan total 35 KK, bantuan dua tangki bisa habis dalam setengah hari saja," terangnya. 

Sementara, Ketua RW VI Kembang, Randuacir,  Argomulyo, Salatiga Waluyo menambahkan kekeringan telah berjalan satu bulan terakhir sejak bulan Juli 2019. Sejak satu bulan itu juga, semua semur di wilayah Ploso kering. 

"Sebelum ada bantuan, warga mendatangi mata air diantaranya di Senjoyo karena semua sumur di wilayah kami sudah kering. Sehingga, kami mencari mata air. Dengan bantuan air bersih ini warga RT 07 Kembang sangat senang," pungkasnya.

Penulis : ern
Editor   : jks