78 Tabung LPG Bersubsidi 3 Kg Ditarik

85

SidaK tim gabungan berhasil menemukan pengusaha makanan yang masih menggunakan gas LPG bersubsidi 3 Kg, padahal semestinya sesuai ketentuan sudah tidak, sehingga akhirnya ditukar dengan gas LPG non subsidi. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG, WAWASANCO- Sejumlah pengusaha makanan seperti rumah makan dan lainnya tertangkap basah menggunakan gas LPG bersubsidi 3 Kg, dalam sidak tim gabungan yang terdiri antara lain dari Pertamina, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan UMKM dan pangkalan. Ironisnya bahkan ada salah satu yang sampai mempunyai stok hingga 32 tabung, sehingga menurut Kepala Bidang Perdagangan, Priyo Budi Utomo, penertiban semacam ini akan dilakukan terus.

Ditemui usai melakukan inspeksi, Senin (12/8), Priyo menjelaskan pihaknya sebelumnya memang sudah pernah melakukan kegiatan pemantauan, hanya saja saat itu pengusaha yang ketahuan menggunakan LPG bersubsidi 3 Kg yang bukan peruntukannya hanya diberikan teguran dan didata. Akan tetapi setelah Pertamina dan pihak pangkalan ikut dalam sidak, bagi pelanggar langsung dikenakan tindakan tegas yakni tabung bersubsidi langsung diamankan.

"Tabung LPG 3 Kg milik mereka yang jumlahnya 78 buah langsung diambil untuk ditukar dengan yang kategori non subsidi sesuai dengan peruntukannya, yakni dua tabung subsidi ditukar satu tabung non subsidi 5,5 Kg ditambah uang Rp 70 Ribu, dan itu yang melakukan langsung pihak pangkalan dengan disaksikan perwakilan Pertamina sedangkan Diskoperindag UMKM hanya memfasilitasi,"tandasnya.

Masyarakat 

Ditanyakan mengenai adanya sejumlah masyarakat yang mengeluhkan tidak bisa langsung mendapatkan gas bersubsidi 3 Kg karena belum ada pasokan, masih menurut Priyo hal tersebut secara tidak langsung karena pengaruh salah peruntukan tersebut. Sebab pengusaha dan masyarakat mampu seharusnya sudah menggunakan gas LPG bersubsidi ukuran 5,5 Kg ke atas, bukan mengunakan alokasi untuk warga biasa yakni yang 3Kg. Sebab jika demikian maka jatah masyarakat jelas akan berkurang, sehingga meski secara angka cukup akan tetapi kenyataan di lapangan sering terjadi kelangkaan.

"Kita harapkan dengan adanya penertiban semacam ini alokasi masyarakat menjadi bertambah karena sesuai dengan sasaran, sebab dalam sidak yang hanya berlangsung beberapa jam saja dan di 5 lokasi pengusaha rumah makan, sate, ayam goreng maupun bakso ternyata berhasil diamankan untuk diganti LPG 3 Kg sebanyak 78 tabung,"lanjutnya.

Priyo juga menghimbau pengusaha maupun masyarakat kurang mampu untuk mengunakan gas LPG sesuai dengan peruntukannya, dan tidak menggunakan yang bukan haknya bahkan untuk ASN juga sudah dikeluarkan surat edaran dari Bupati terkait hal tersebut. Ke depannya bahkan bagi pangkalan-pangkalan LPG maupun pengecer yang masih menjual gas LPG bersubsidi 3 Kg akan dikenakan sanksi yang tegas.
 

Penulis : pw
Editor   : jks