Pasar Muntilan Dibuka 1 September


Sosialisasi penempatan pedagang diikuti Mujahadah yang dipimpin KH Ali Qoeshor Ahmad (Gus Ali), pimpinan Pondok pesantren Watucongol Muntilan.

MUNTILAN, WAWASANCO-Penempatan kembali pedagang ke pasar baru Muntilan tidak bisa dilakukan serampangan. Karena ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dan dikaji secara mendalam. Misal, dalam penentuan harga kios dan los, memerlukan proses dan waktu agak lama. 

"Karena harus melibatkan pihak appraisal, yakni penaksir harga dari penyedia jasa khusus, yang tidak bisa diintervensi siapapun," kata Asfuri Muhsis, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Selasa (13/8) kemarin, usai sosialisasi penempatan pedagang Pasar Muntilan.

Terkait itu, menurut dia, jangan hanya dilihat secara fisik pembangunan gedungnya sudah jadi. Semua perlu disesuaikan dengan situasi. Kebetulan pembangunan pasar selesai bertepatan dengan pemilu, bulan puasa, Idul Fitri, liburan sekolah. Selain juga menyangkut masa pemeliharaan gedung Pasar Muntilan baru selesai akhir Juli 2019. Kemudian diadakan pemeriksaan bangunan oleh Inspektorat. Setelah dinyatakan tak ada masalah, diadakan penyerahan kepada pihak pengguna yakni Disdagkop dan UKM, untuk menata pedagang sekaligus menempati pasar.

Asfuri menegaskan, mengenai harga tebus kios/los bagi pedagang yang mempunyai ijin/SKHPTD, dijelaskan. Meski tidak disebutkan angka, dia menjamin harganya relatif jauh lebih rendah dibanding harga pada umumnya sehingga terjangkau bagi pedagang.

Adapun tehnis pemindahan pedagang agar tertib dan terkendali dilakukan bertahap. Hari ini sampai Kamis (15/8), dilakukan penataan kelengkapan sarana prasarana penempatan. Setelah itu tahap pertama, dimulai dari pemakai kios yang jumlahnya 268. Disusul 1.509 pemilik los dan diharapkan selesai 25 Agustus. Lalu 1.202 pedagang lesehan (selesai 31 Agustus).  "Dengan demikian 1 September 2019 seluruh pedagang bisa berjualan di Pasar Muntilan yang baru," ujarnya.

 

 

 

 

 

“Pasar Muntilan yang sudah dibangun oleh pemerintah ini bisa dirawat dengan baik dan dimanfaatkan pedagang dan masyarakat, untuk mencari rejeki yang berkah,” kata Gus Ali.

 

 

Mengenai posisi kios, los dan tempat dagang serta harga, diharapkan mengikuti aturan yang ada. Jika masih ada yang kurang sesuai, hendaknya dimusyawarahkan dengan paguyuban.

 

 

“Sampaikan aspirasi dengan benar. Jangan mudah terpengaruh informasi atau ajakan yang kadang kurang baik, yang justru bisa merugikan pedagang itu sendiri,” pesannya.

 

 

Hadir Pj Camat Muntilan Drs H Jawawi, serta para pejabat Forkompincam Muntilan, pimpinan Bank, BPR, BMT dan ribuan pedagang. 

Penulis : tbh
Editor   : jks