Buk Brosot Perhutani Cepu Lama Mangkrak


Jembatan  kereta api (KA) legenda bernama Buk Brosot ini berlokasi di hutam jati kawasan Kalimodang, KPH Cepu, melintang diatas jalan raya nasional Blora-Cepu. Foto : Wws/Wahono

BLORA, WAWASANCO-Sejak Maret 2015 atau sekitar empat tahun, jembatan Buk Brosot untuk jalur loco tour (loko kereta api wisata tua) milik Perhutani yang melintas di jalan nasional Blora-Cepu, dalam kondisi mangkrak dan kurang terawat.

Terbengkalainya jembatan Buk Brosot tersebut, sejak fasilitas (asset) milik Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah di Cepu, Blora, ditinggikan dan diperbaiki model hidrolik pada 2014 lalu.

“Kalau tidak salah, sejak 2015 Buk Brosot ini tidak lagi dilewati kereta wisata Perhutani,” kata Sugiyono (57), warga Sambong, Blora, Jumat (16/8).

Juga dikatakan Sudarjo (44), warga Cepu yang sehari-hari bekerja mencari kayu rencek di hutan jati, tidak hanya jembatan Buk Brosot yang tidak terpakai, jalur rel loco tour juga rusak dan tidak terawat. “Saya melihat lalur rel tidak terawat, rusak, dan banyak bantalan rel pada hilang,” kata Sudarjo.

Diberitakan sebelumnya, jembatan bersejarah itu runtuh tertabrak truk kontainer pada 31 Oktober 2013. Selanjutnya pada 2014, dirubah kontruksi menual menjadi tehnik roda hidrolik, jembatan bisa dinaikan dan diturunkan.

Jati Alam

Tercatat jembatan itu pernah tiga kali runtuh tersambar truk, terakhir (2014) dibuat didrolik untuk keperluan kelancaran lalu lintas umum jalan raya jalur tengah Surbaya-Cepu-Blora-Semarang/Solo.

Selama ini jembatan dikelola Perhutani untuk akses pendukung wisata “hijau” kereta bersejarah peninggalan koloni Belanda, di kawasan hutan jati KPH Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Pemanfaat terkahir pada Maret 2015, saat turis dari Jerman, Korea dan Jepang naik loco tour dari KPH Cepu menuju hutan jati alam Gubug Payung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasar Sore.

Aset Perum Perhutani Divre I Jateng loco tour tua, selama ini menjadi magnet luar biasa wisman dari Belanda, Francis, Korea, Jepang, Austalia dan lainnya untuk melihat proses penanaman jati, teresan, saradan log jati yang ditarik sapi.

Jembatan itu runtuh akibat dihantam truk kontainer jumbo Rabu (30/10) sore Nopol L-8245-US yang dikemudikan Moch Maki, warga Kalimas Barat IV/17 RT-05/RW-09 Surabaya.

Saat dimintai konfirmasinya, pejabat Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, Dadhut Sujanto, membenarkan sejak 2015 lalu jembatan Buk Brosot tidak lagi dilewati loco tour.

Selain jembatan, jalur rel juga tidak utuh, rusak dan banyak bantalan rel dari kayu jati yang hilang, sehingga loco tour tidak lagi melintas di jembatan tersebut. “Sementara ini loco tour hanya beroperasi di sekitar Cepu saja, tidak sampai ke Gubug Payung karena jalurnya tidak utuh lagi,” tambah Dadhut Sujanto.


 

 

 

 

 

Penulis : wah
Editor   : wied