Proyek Jalan Nasional Blora-Cepu Capai 68 Persen


SEMPIT : Jembatan Kidangan di Kecamatan Jepon yang sempit ini, baru akan dikerjakan dalamproyek pelebarannya tahun depan. Foto : Wws/Wahono

BLORA, WAWASAN.CO –  Proyek peningkatan jalan nasional Blora-Cepu sudah mencapai sekitar 68 persen atau memasuki kota Blora. Sayang, proyek nasional berbiaya Rp 83,790 miliar tersebut bakal menyisakan pekerjaan rumah (PR), berupa tiga jembatan sempit yang belum bisa dilaksanakan pada anggaran 2019.

Ketiga jembatan tersebut, masing-masing jembatan Kidangan di Kecamatan Jepon, dan dua jembatan di wilayah Kecamata Jiken. Jembatan kecil (pendek), dulunya dibangun menyesuaikan kelas jalan lama, dengan lebar sekitar enam meter, sehingga saat ini tampak menjorok di badan jalan, dan menggangu ruas jalan baru.

Tidak hanya jembatan, ada satu halaman rumah berikut pagar, dan bangunan pos kamling yang menjorok ke jalan nasional tersebut, dengan posisi drainase seolah berada di halaman rumah warga.

Pimbagpro atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jateng PPK Rembang-Blora-Cepu, Ardita, menjelaskan untuk tiga jembatan lama, direncanakan masuk dalam anggaran proyek peningkatan 2020.

“Sejauh ini semua berjalan lancar, proyek jalan nasional kini sudah mencapai sekitar 68 persen, bakal rampung sesuai kontrak kerja,” terangnya.

Sementara, terkait masih adanya satu rumah di Jepon sebagian halaman, pagar dan pathok seolah berada di tanah negara, menurut Ardita, karena dalam pelaksanaan proyek harus berpegang pada ruang milik jalan (Rumija).

Diberitakan sebelumnya, proyek jalan dikerjakan kontraktor PT Bangun Makmur Utama (PT BMU) sepanjang 11,20 kilometer, saat ini konsentrasi menggarap fisik drainase dan pelebarannya badan jalan dengan aspal hotmix.

Sebelumnya, pihak PT BMU sempat mengalami kendala pipa sistem pengelolaan air minum (SPAM) jaringan distribusi utama (JDU) dari DAS Bengawan Solo di Cepu ke menara air di Kota Blora.

Namun sepertinya kendala itu tertarasi, karena sejumlah alat berat kini tampak terus menggalr aspal hotmix, menggali, dan menutup lubang pelebaran fisik tiga meter atau 1,5 meter x 2meter di kanan-kiri jalan lama.

Pelaksanaan  proyek jalan Blora-Cepu digarap dari timur Desa Cabak, Kecamatan Jiken, baru ke barat Kelurahan Bangkle, masuk Kecamatan Kota Blora. Proyek itu harus mengorbankan ratusan tegakan pohon peneduh yang sebagian besar sudah usia puluhan tahun. Pohon-pohon tersebut, dipotong habis untuk keperluan proyek  jalan nasional Blora-Cepu.

Pelebaran jalan nasional Blora-Cepu berbiayai Rp 83,790 miliar lebih, sempat tertunda akibat prosedur lelang yang salah, dan harus dilakukan lelang ulang dengan masa kontrak kerja sampai 31 Desember 2019 (multiyears).

Proyek tersebut berupa pelebaran badan jalan dari enam meter menjadi sembilan meter. Penanggungjawab proyek oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jateng, PPK Rembang-Blora-Cepu.

Sebelumnya, pada 2017 lalu, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 31,9 miliar untuk proyek preservasi (hotmix), dan pelebaran jalan Blora-Cepu dari buk brosot hingga perempatan Puskesmas Sambong.

 

 

 

 

 

 

Penulis : wah
Editor   : edt