Kakak Beradik Residivis Dibekuk Polisi

  • Lakukan Curat

Kedua residivis pencurian saat menerangkan aksi curhat dihadapan Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono ditengah gelar kasus di Mapolres Salatiga, belum lama ini. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO-Kompak. Kata yang menggambarkan kerukunan kakak beradik Rudilan ( 37) dan Umar Lugi Ardi Yasin (29) keduanya warga Tawangmas Rajekwesi RT 03 RW 04, Kelurahan Tawangmas, Semarang Barat.  Bagaimana tidak. Dalam melancarkan aksi kejahatan, keduanya juga kompak. 

Naas, kekompokan pasangan darah kandung residivis itu berujung penangkapan keduanya oleh Reskrim Polres Salatiga. 

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari kedua tersangka, berupa sebilah parang, sepuluh ekor burung Murai, dua ekor burung Pentet, dua ekor burung Kenari, satu ekor burung Jalak Uren, dua buah sangkar burung dan uang tunai Rp 500 ribu.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono melalui Kasubag Humas AKP Joko Lelono penangkapan keduanya berawal dari kasus pencurian dengan pemberatan yang menimpa Dedi Putranto warga Jalan Fatmawati No.121 RT 02 RW 06, Kelurahan Blotongan, Salatiga pada Minggu (4/8) lalu.

"Dalam pencurian itu, korban kehilangan belasan ekor burung ocehan senilai kurang lebih Rp 65 juta dan juga tiga buah handphone. Kasus pencurian ini kemudian dilaporkan ke Mapolres Salatiga," kata AKP Joko Lelono, beberapa waktu lalu. 

Mendapat laporan dari korban, sejumlah petugas reskrim melakukan olah TKP dengan meminta keterangan sejumlah saksi. 

Dari keterangan saksi, petugas dapat mengetahui ciri-ciri pelakunya dan mencurigai Umar  residivis tiga kali dalam kasus pencurian yang tinggal di Semarang.

Dipimpin Kasatreskrim AKP Suharto, pelacakan keduanya dimulai. Diawali pelacakan terhadap keberadaan Umar. 

"Pada hari Senin (12/8) petugas berhasil meringkus tersangka Umar," ungkapknya. 

Umar pun 'bernyanyi'. Dari pengakuannya ia beraksi bersama kakaknya Rudilan. Tak mengelur waktu, petugas meringkus Rudilan di rumahnya.

Kepada wartawan, Umar mengungkapkan ia dan saudara kandungnya datang ke Salatiga untuk mencari sasaran dan kebetulan ia melihat di rumah korban banyak  burung yang digantungkan di belakang rumah. 

Ia dan sang kakak ( Rudilan) sapakat untuk mencuri burung. Termasuk menyatroni rumah korban Minggu malam sekitar pukul 19.00, ketika korban pergi. 

Keduanya berbagi tugas. Umar bertugas sebagai pemetik sedangkan kakaknya menunggu di sepeda motor. Burung-burung curian tersebut dijadikan satu dalam dua sangkar kemudian pelaku kabur naik sepeda motor. 

"Rencanaya burung-burung itu akan saya jual, menunggu waktu. Yang sudah saya jual satu buah handphone laku Rp 1,4 juta. Uangnya saya bagi dengan kakak untuk kebutuhan sehari-hari," terang lelaki yang bekerja sebagai buruh bangunan ini.

Ditambahkan Kasatreskrim AKP Hartono, kedua tersangka merupakan residivis kasus pencurian. 

Dalam beraksi keduanya membawa sajam jenis parang . 
"Dari hasil penyidikan sajam itu akan digunakan untuk melawan atau menyakiti korban bila dipergoki," tandasnya. 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerap pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun penjara

Penulis : ern
Editor   : jks