Menunggu Proses Hukum Kasus Papua


Insiden yang terjadi antara mahasiswa Papua dengan sejumlah Ormas di Surabaya dan Malang  bergulir bagai bola salju. Masyarakat Papua menangggapinya dengan melakukan aksi demo.  Mereka memprotes adanya diskriminasi ras dan etnis yang dilakukan sejumlah oknum.

Bagaimanapun kasus ini seharusnya bisa segera ditangani. Sekaligus menjadi pelajaran agar tidak terulang lagi.  Kita memberikan apresiasi kepada Presiden Jokowi yang meminta agar warga Papua dan pihak ormas yang terlibat perselisihan saling memaafkan.

Nampaknya persoalan tidak berhenti disana. Masyarakat Papua merasa sakit hati. Mereka meminta agar  pihak-pihak yang melakukan diskriminasi ras dan etnis disangsi hukum.  Presiden ternyata tanggap. Dia  meminta kepada  Kapolri  agar menindak secara hukum  atas  diskriminasi tersebut.  Paling tidak apa yang disampaikan Jokowi diharapkan bisa meredakan suasana panas.

Pasalnya pasca insiden itu, masyarakat Papua terus menggelar aksi solidaritas di daerahnya.  Aksi itu sempat membuat suasana menjadi menghangat. Untung saja aparat keamanan sigap dan bisa mengendalikan situasi. Tetapi persoalan belum selesai.

Masyarakat Papua menganggap hanya mereka yang  diamankan pihak aparat karena melakukan aksi. Sementara pihak yang melakukan diskriminasi tidak mendapatkan sanksi hukum apapun. Kondisi ini membuat suasana mulai menghangat kembali.

Apa yang disampaikan Jokowi diharapkan bisa memberikan titik terang atas penanganan hukum kasus itu. Jokowi menyampaikan dirinya terus memantau kondisi di Papua pasca demonstrasi warga. Dia bersyukur karena situasi berangsur-angsur normal.

Memang penanganan  menyeluruh perlu dilakukan. Tujuannya agar semua menjadi jelas. Kasus ini berawal ketika ada laporan adanya bendera merah putih yang masuk ke aliran air di depan Asrama mahasiswa Papua di Surabaya.  Selanjutnya sejumlah Ormas melakukan protes dan mendatangi asrama tersebut.  Patut disayangkan soal adanya ungkapan bernada rasis  yang dialamatkan ke mahasiswa Papua.

Kita tahu bahwa warga Papua adalah saudara kita juga. Kita juga harus memahami bahwa kondisi mereka tertinggal dibandingkan daerah lain.  Kendati sumber daya alam mereka melimpah, namun pembangunan di kawasan Papua masih tertinggal. Wajar jika warga Papua mudah tersulut emosinya.

Kesenjangan memang kerap menimbulkan masalah. Termasuk kesenjangan pembangunan di Papua.   Walau bagian dari NKRI, warga Papua menganggap mereka kurang diperhatikan.  Untunglah Jokowi tanggap dan menyatakan akan memprioritaskan pembangunan di bumi cendrawasih tersebut.

Pembangunan  dan menjamin rasa keadilan bagi warga Papua menjadi sebuah prioritas.  Maka penanangan kasus hukum atas diskriminasi terhadap warga Papua harus dilakukan secara terang benderang.   Negara harus hadir disini. Jangan sampai ada diskriminasi. Kita tidak ingin warga Papua meras bahwa mereka tidak diperhatikan.  Jokowi sudah meminta aparat penegak hukum melakukannya . Kita menunggu realisasinya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt