40 Produk UMKM Siap Go Internasional


Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyerahkan sampel produk kepada PT Bukalapak, usai penandatanganan kerjasama pemasaran 40 produk UMKM Purbalingga, Sabtu (31/8). (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO- Sebanyak 40 jenis produk Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM)  Purbalingga mulai dipasarkan secara online  dan  siap go internasional. Pasalnya pemasaran dilakukan melalui melalui perusahaan online PT Bukalapak.

Penandatanganan notakesepahaman kerjasama dilakukan oleh Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) dengan PT Bukalapak yang diwakili Public Policy and Government  Relations Manager Luciana Dita, di Usman Janatin Park, Sabtu (31/8).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Budi Susetyono mengatakan bahwa 40 produk yang masuk pemasaran online melalui E-Commerce Indonesia PT Bukalapak adalah produk makanan.  Diantaranya abon dan makanan khas Purbalingga lainnya. Program tersebut dikemas dalam program Tuka Tuku. “Ini salah satu upaya untuk membuat produk UMKM Purbalingga menembus pasar yang lebih luas,’ ujarnya.

Sebelumnya, Purbalingga telah memiliki program Bela Beli Produk Purbalingga dimana program tersebut dimaksudkan untuk membela produk UMKM dengan membeli produk UMKM Kabupaten Purbalingga. Menurut Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), program yang sudah diterbitkan peraturan daerah (Perda) ini tetap dijalankan dan diperkuat dengan platform Tuka Tuku Purbalingga di pemasaran online.

“Ini menjadi komitmen kita agar produk-produk UMKM Purbalingga semakin bisa difasilitasi pemasaranya. Melalui pengembangan pasar online Tuka Tuku Purbalingga yang bekerjasama dengan Bukalapak, diharapkan produk UMKM Purbalingga bisa semakin dikenal bukan saja masyarakat Purbalingga namun bisa dibeli oleh konsumen nasional bahkan oleh masyarakat dunia,” kata Bupati Tiwi.

Selain marketplace online, Pemkab Purbalingga, lanjut Tiwi juga memfasilitasi tampilan produk di etalase digital. Termasuk juga menyediakan ruang pamer produk secara off line, menyediakan gudang penyimpanan, fasilitasi packing, branding dan mendekatkan jasa pengiriman. “Pemkab juga bekerjasama dengan Kampung Marketer,” jelasnya.

Public Policy and Goverment Relations Manajer PT Bukalapak, Luciana Dita mengaku, pihaknya sudah banyak bekerjasama dengan sejumlah pemerintah daerah. Namun Pemkab Purbalingga menjadi yang pertama langsung mengoperasionalisasi dibawah dinas-dinas. Sedangkan di daerah lain, biasanya pelaku UMKM mengoperasionalkan sendiri-sendiri.

“Dengan konsep seperti yang dijalankan Purbalingga, diharapkan produk yang dipasarkan dapat berkembang lebih cepat. Dibanding yang dijalankan sendiri oleh pelaku UMKM karena tingkat melek digitalnya berbeda-beda,” katanya.

Sementara, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Purbalingga, Rizal Diyansyah menuturkan, kerjasama dalam program Tuka-Tuku itu dinilai sebagai langkah stratetis seiring meningkatnya tren masyarakat yang cenderung belanja melalui pasar online. Pada saat yang sama, produk UMKM di Purbalingga semakin variatif

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt