Sering Dikeluhkan, Jalan DI Panjaitan Dilebarkan


Pelebaran jalan DI Panjaitan dimulai dengan penyiapan lahan dan pemadatan karena nantinya akan dibuat degan konstruksi rigid beton. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG, WAWASANCO- Akibat sering dikeluhkan masyarakat karena lebar jalan yang menjadi sempit, kini Jalan DI Panjaitan (Paduraksa) mulai dilebarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Sudaryono, perluasan memang dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas yang masuk dalam proyek peningkatan jalan dengan masa pengerjaan selama 120 hari.

Dalam penjelasannya, Senin (9/9), Kepala DPUTR Pemalang menyatakan bahwa kegiatan peningkatan jalan DI Panjaitan didanai menggunakan Dana Intensif Daerah (DID) Tahun 2019, dengan nilai kontrak mencapai Rp 5,6 Miliar lebih dan tanggal kontrak 9 Agustus dengan masa tengat waktu masa penyelesaian yang cukup longga selama 120 hari. Sehingga diharapkan akan dapat terselesaikan tepat waktu.

"Untuk lebar awal jalan semula adalah 3,5 hingga 4 meter, dan nantinya akan dibuat konstruksi rigid beton dengan pola 7-1-7, atau lebar lajur barat 7 meter dan begitupun lajur timur juga 7 meter dengan panjang penanganan 850 meter,"jelasnya.

Sehingga terkait adanya proyek peningkatan jalan, menurut Sudaryono, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati karena ada pekerjaan. Sebab meski mungkin nantinya dalam proses pembangunan akan menganggu aktifitas lalu lintas, namun ke depannya justru akan memperlancar kendaraan-kendaraan yang melintas di sepanjang jalan DI Panjaitan.

Rawan Kemacetan

Sementara itu Sumari (55) warga Sewaka menyambut baik adanya pelebaran Jalan DI Panjaitan, sebab memang kenyataannya kondisi di lapangan sudah harus dilebarkan karena memang sempit, khususnya sejak adanya pembangunan median jalan yang ukurannya kurang lebih mencapai satu meter. Sehingga begitu kendaraan sudah masuk ruas ini mulai Paduraksa maka tidak bisa mendahului dan harus berjalan beriringan.

Padahal dulu sebelum ada median jalan kendaraan bisa mendahului, tetapi sekarang hanya pada titik tertentu seperti misalnya depan Kantor Kecamatan Pemalang. Tapi itupun untuk kendaraan-kendaraan kecil, tetapi kalau semisal kendaraan besar seperti bus maka harus sabar mengikuti iring-iringan kendaraan yang ada didepannya.

"Selain itu dengan sempitnya jalan juga mengakibatkan munculnya rawan kecelakaan, karena banyak sepeda motor yang akhirnya harus mendahului disela-sela sisa jalan yang digunakan oleh kendaraan roda empat,"ungkapnya.

Penulis : pw
Editor   : jks