Angka Kematian Ibu Melahirkan di Brebes Nomor Dua di Jateng


Bupati Hj Idza Priyanti SE MH secara simbolis menyerahkan bantuan sepeda motor kepada perwakilan Petugas Keluarga Berencana (PKB) Kabupaten Brebes di Aula Hotel Anggraeni, Jatibarang, Selasa (10/9). Foto. Eko Saputro

BREBES, WAWASANCO- Kepala  BKKBN Jawa Tengah  melalui Kabid KBKR Ir Nanik Budi Hastuti MP menandaskan, angka kematian  ibu  (AKI) saat melahirkan dan angka kematian bayi (AKB) masih menjadi pekerjaan rumah di Brebes. 

"Selama tahun 2019,  AKI  melahirkan di Brebes menduduki nomor dua di Jateng dengan 17 kasus. Sedangkan AKB-nya berada di peringkat keempat dengan 97 kasus," kata Nanik saati menyampaikan sambutan pada Seminar Penguatan Promosi dan Konseling Kesehatan dan Hak-Hak Produksi dalam rangka Hari Kontrasepsi se-Dunia Tahun 2019 di Hotel Anggraeni, Jatibarang, Brebes, Selasa (10/9).

Nanik menambahkan, permasalahan AKI dan AKB perlu mendapatkan perhatian semua pihak dan harus diselesaikan bersama semua komponen yang  terkait dengan kesehatan ibu dan bayi, mulai dari perencanaan kehamilan hingga saat kelahiran. 

"Adanya kasus empat terlalu (terlalu muda hamil dan melahirkan, terlalu tua, terlalu banyak anak, dan terlalu rapat jarak kelahiran) dan tiga terlambat (terlambat mengambil keputusan, terlambat sampai ke tempat rujukan dan terlambat mendapat penanganan) menjadi faktor kuat tingginya AKI dan AKB," terangnya.

Dia menambahkan, BKKBN terus berupaya untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang penggunaan alat kontrasepsi salah satunya melalui pertemuan dengan para kader KB. Efek samping penggunaan kontrasepsi merupakan isu yang sering dibahas di masyarakat. Tidak jarang, kekhawatiran yang tidak mendapatkan penjelasan komprehensif berujung pada keengganan calon akseptor dalam memilih dan menggunakan alat dan obat kontrasepsi.

"Isu tersebut semakin diperkeruh dengan beredarnya rumor menyesatkan mengenai alat kontrasepsi yang beredar di masyarakat. Pertemuan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Kontrasespsi se-Dunia yang diperingati setiap tanggal 26 September," tandasnya.

Bupati  Hj Idza Priyanti SE MH dalam sambutannya  menegaskan,  masih tingginya angka kematian ibu (AKI) pada saat hamil dan melahirkan menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Brebes. 

"Salah satu cara untuk menurunkan resiko kematian ibu dan bayi adalah dengan perencanaan keluarga melalui penggunaan alat kontrasepsi," kata Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Hj Idza Priyanti SE MH usai memberikan sambutan turut serta mengikuti Senam Maumere bersama dengan tamu undangan dan para peserta seminar.

Sementara itu, narasumber yang hadir dalam seminar yang diikuti 110 peserta ini, diantaranya Pakar Kesehatan Reproduksi (Kespro)  dr Epsilon Dewanto  MM dan dr Sigit Laksmana MSi Med SpOG.

 

Penulis : ero
Editor   : edt