Dynamic DJ Course, Sekolah DJ Pertama di Salatiga


MENCOBA : Anggota DPRD Salatiga Dance Isha Palit saat menjajal nge-DJ ditengah peresmian berdirinya

SALATIGA, WAWASAN.CO - Satu lagi sekolah berbasis ketrampilan muncul di Salatiga. Dynamic DJ Course, menjadi sekolah disc jockey pertama di wilayah tersebut. Sesuai dengan namanya, lembaga pendidikan tersebut memberikan ketrampilan sebagai seorang disjoki atau joki cakram.

Pemilik sekolah Wiwin Jevas, menuturkan Dynamic DJ Course Salatiga yang berlokasi di Jalan Merapi No 2 Salatiga tersebut, menjadi satu-satunya sekolah DJ dengan segmen usia dini serta umum. "Saya mendirikan sekolah ini setelah melihat banyak anak muda Salatiga, memiliki potensi dengan keterampilan satu ini," paparnya, disela peresmian di Kafe Yege, Salatiga, Senin (9/9) malam.

Bahkan ia menilai, nge-DJ bisa menjadi sebuah profesi yang mendulang rupiah dikemudian hari. Selain bicara peluang bisnis, profesi tersebut juga bisa menjadi ajang belajar yang sangat menjanjikan. "Bahkan termasuk anakku, suka nge-DJ. Saya percaya diri Salatiga bisa, apalagi sekolah DJ yang saya dirikan ini tidak identik untuk club dan alkohol. DJ patut dilihat sebagai seni," tandasnya.

Sat ini, skeolah tersebut telah memiliki siswa sebanyak tujuh. Setiap siswa akan mengikuti 10 kali pembelajaran, dengan biaya Rp 1,5 juta, para siswa mendapatkan mentor yang telah malang melintang di dunia nge-DJ di tanah air.c"Kalau mau basic tambahan biaya lagi. Guru mentor kita diambil dari Jogja Iwan Bule Bali, Andir dan Frangky," sebutnya.

Sementara, tokoh pemuda sekaligus anggota DPRD Salatiga Dance Isha Palit, menuturkan pihaknya mendukung kemunculan Dynamic Dj Course Salatiga.
"Saya memiliki feeling kegiatan DJ akan menjadi profesi yang akan booming di Salatiga khususnya. Bahkan, banyak pekerjaan konvensional yang akan hilang dalam kurun waktu lima tahun kedepan dan digantikan pekerja modern seperti DJ ini," ulas Dance.

Ia menilai, DJ ini sebagai salah satu pekerjaan kreatif modern saat ini. Dirinya pun mendorong semua pihak untuk mendukung munculnya profesi-profesi kreatif, seperti nge-DJ ini.

Dance juga tidak sepakat jika nge-DJ selalu dipandang dari sisi yang negatif. "Tapi berfikir positif. Seorang pemain game profesional saja bisa menghasilkan Rp 40 juta per bulan. Padahal dulu (game) dianggap negatif tapi sekarang menjadi profesi yang hebat," tandas Dance mencontohkan.

Penanggung jawab sekaligus penasehat hukum Dynamic DJ Course Salatiga, Handryanus menegaskan nge-DJ tidak identik dengan dunia malam. "Kebaradaan kami hanya ingin memajukan dan mengenalkan, bahwa DJ tidak identik dengan dunia malam. Bahkan sekarang bisa dimainkan oleh anak-anak muda serta usia belia," ujar Hendy, panggilan akrabnya. 

Dynamic Dj Course Salatiga ditegaskannya tidak merambah ke club malam melainkan ke event-event di cafe-cafe dan tidak hanya 'gemre break beat', 'house',  tapi juga musik RnB, Trance, yang banyak di sukai oleh anak-anak muda dan orang tua.

 

Penulis : ern
Editor   : edt