Selamatan Dasa Sura Berlangsung Semarak


Sebelum dilakukan arak-arakan dan pesta bersama, 1000 ingkung dijejer di sepanjang jalan Dusun Larangan Desa Bomerto untuk selanjutnya dibawa ke lokasi Kembul Bujono di Lapangan Desa setempat. Foto : Muharno Zarka

WONOSOBO, WAWASANCO-Selamatan Dasa Sura 2 di Dusun Larangan Desa Bomerto Wonosobo, Selasa (10/9), berlangsung semarak. Acara tahunan tersebut diramaikan dengan arak-arakan 1000 ingkung oleh warga setempat. Ingkung diarak dari jalan dusun menuju lapangan desa setempat.

Rangkaian acara merdi desa yang didesain menjadi Festival Dasa Sura 2 dilakukan selama dua hari, mulai Senin (9/9) hingga puncak kembul bujono di lapangan Desa Bomerto Selasa (10/9). Seluruh warga yang mengusung dan mengarak ingkung mengenakan busana adat Jawa.

Pejabat Kepala Desa (Pj Kades) Bomerto Eko Widi Nugroho SSTP mengatakan acara Dasa Sura dilakukan warga Dusun Larangan setiap tanggal 10 Muharram setahun sekali. Semula kegiatan bernuansa religi dan budaya tersebut hanya digelar warga Dusun Larangan. 

"Namun kali ini Festival Dasa Sura 2 melibatkan semua warga dusun yang ada di Desa Bomerto, yakni Dusun Bomerto, Wonojoyo dan Ponjen. Karena itu, suasana merdi desa tampak lebih semarak karena diikuti oleh semua warga Desa Bomerto," katanya.

Kegiatan Festival Dasa Sura 2, imbuhnya, diawali dengan acara ziarah kubur, pengambilan air suci di empat mata air di atas Dusun Larangan, pengajian budaya, doa bersama, arak-arakan dan pesta 1000 ingkung serta kembul bujono dan pagelaran wayang kulit.

"Festival Dasa Warsa 2 digelar sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah rezeki, kesehatan dan keselamatan warga serta kesuburan tanah. Kondisi alam yang subur dengan hasil pertanian yang melimpah disyukuri warga merdi desa," katanya.

Promosi Wisata

Meski berlangsung di Lapangan Desa Bomerto, event budaya tersebut mampu menyedot banyak wisatatan lokal maupun mancanegara. Beberapa turis asing asal Amerika tampak berbaur dengan warga dan mengabadikan ritual arak-arakan, kembul bujono dan pesta ingkung. 
 
Camat Wonosobo Zulfa Akhsan Alim K STTP menyambut baik inisiatif warga Desa Bomerto yang berhasil mengkolaborasikan acara religi, budaya dan wisata sekaligus. Acara ini bisa dijadikan ajang mempromosikan potensi wisata alam dan budaya Desa Bomerto.

"Selain itu, sebagai ikhtiar membangun kebersamaan dan kerukunan antar warga. Melalui kegiatan merdi desa ini, semua warga mulai dari anak-anak, remaja, perempuan dan orang berbaur menjadi satu untuk melakukan selamatan desa secara bersama-sama," sebutnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispartabud) Drs One Andang Wardoyo yang juga warga Desa Bomerto mengapresiasi kreatifitas warga setempat dalam meramaikan Festival Dasa Sura 2. Melalui event budaya ini warga sudah nguri-uri warisan budaya leluhur.

"Partisipasi warga yang baik, desain panggung dan pernak-pernik alami yang dipasang di sepanjang jalan Dusun Larangan Desa Bomerto menunjukan kesadaran akan kembali ke alam warga sangat tinggi. Alam ternyata menjadi sumber inspirasi bagi warga," katanya. 

Alam di Desa Bomerto, imbuhnya, terkenal subur. Di desa ini juga terdapat tempat wisata alam Air Terjun Siaren dan wisata budaya berupa tradisi memperingati tanggal 10 Muharram. Setiap tanggal 10 suro dilakukan merdi desa atau selamatan Dasa Sura. 

Penulis : Muharno Z
Editor   : jks