PDAM Fokus Benahi Jalur Perkotaan


DIREKSI - Pjs Direktur Utama PDAM Tirta Mulia Slamet Effendi, bersama dengan Direktur Teknik Djulianto dan Direktur Umum Arief Setyawan fokus melakukan pembenahan jaringan pipa di perkotaan yang sering dikeluhkan. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG - Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha Pemalang Slamet Effendi, dipercaya untuk mengisi kekosongan kekosongan sementara direktur utama PDAM Tirta Mulia Pemalang.  Didampingi Direktur Teknik Djulianto dan Direktur Umum Arief Setiawan, formasi baru direksi akan fokus untuk melakukan pembenahan tata jaringan perpipaan di perkotaan sehingga dapat meningkatkan pelayanan pasokan.

Dalam keterangannya, Selasa (10/9), dijelaskan program yang saat menjadi fokus memang peningkatan pelayanan, sebab memang tidak dipungkiri sebagian besar perpipaan yang menjadi jaringan utama masih menggunakan pipa lama bahkan ada yang sudah berusia 39 tahun sehingga rawan terjadi kerusakan. Kondisi ini diperparah dengan musim kemarau saat ini dimana debit mengalami penurunan, sehingga dampaknya pelayanan masyarakat menjadi terganggu.

"Sehingga tidak akan hanya fokus pada penyambungan baru, akan tetapi juga pelayanan tetap menjadi yang utama,"tegasnya.

Kebocoran

Disisi lain dengan adanya pembangunan jalan secara terus menerus berupa pelapisan baik menggunakan aspal maupun beton, berimbas pada kebocoran air yang semula mudah terdeteksi karena mengalir ke atas saat ini sulit diketahui karena justru mengalirnya ke dalam tanah hingga muaranya berimbas pada pasokan air ke pelanggan yang crat-crit

.

"Kita tidak memungkiri saat ini banyak masyarakat pelanggan khususnya perkotaan yang sudah mengeluhkan pelayanan pasokan air, sehingga ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secepatnya secara bertahap,"tandasnya.

Selain itu untuk mengatasi tingkat kebocoran yang saat ini berada pada kisaran 23%, diwacanakan PDAM akan menggunakan teknologi yakni sonar thermal

, yang sebenarnya alat ini dikhususkan bukan untuk mencari kebocoran air di pipa, akan tetapi salah satu fungsinya bisa untuk mencari kebocoran sehingga direncanakan akan dilakukan pembelian untuk mempercepat penanganan.

Sedangkan untuk jaringan pipa utama yang membutuhkan revitalisasi hingga saat ini panjangnya mencapai 22 Kilometer, dengan perincian antara lain mulai dari Bantarbolang sekitar 13,5 Km, kemudian paduraksa sekitar 2,1 Km,sedangkan yang diperkotaan totalnya ada sekitar 6 Km. Sedangkan untuk jaringan ke Timur yakni Petarukan-Ampalgading merupakan jaringan baru, sehingga tidak terkendala termasuk pasokan airnya.

 

Penulis : pw
Editor   : jks