Titik Nadir Prestasi Sepakbola Indonesia


Mimpi sepakbola Indonesia untuk melangkah ke level dunia atau level asia sepertinya harus ditunda. Pasalnya prestasi timnas sepakbola Indonesia kini berada di titik nadir. Terakhir, Timnas Garuda yang sedang berlaga di penyisihan Grup G Pra Piala Dunia 2022 membuat kita semakin membuka mata.

Setelah menyerah 2-3 dari musuh bebuyutan Malaysia di pertandingan perdana, di Stadion Gelora Bung Karno, kamis (5/9), di pertandingan kedua menghadapi Thailand, di tempat yang sama, Timnas Garuda semakin tenggelam setelah menerima kekalahan tiga gol tanpa balas.

Di grup tersebut masih ada dua lawan yang tidak ringan. Masing-masing Vietnam dan UEA.  Raihan Timnas Garuda membuat supporter yang menyaksikan pertandingan tersebut bahkan sempat mengolok-olok tim kesayangannya.

Tidak salah memang. Selama ini sepakbola merupakan olahraga yang memiliki penggemar paling banyak di tanah air.  Selain itu pendukung Timnas Garuda sudah lama dahaga akan prestasi tim kebanggannnya.  Mereka selalu berharap prestasi tinggi diraih. Namun pada kenyataannya kondisinya sama, bahkan di level asia tenggara kini sepakbola Indonesia berada di level bawah.

Jika Thailand, Malaysia, Vietnam dan Singapura sudah berada di level atas Asia Tenggara, Timnas Garuda bahkan untuk menghadapi Philipina, Myanmar, Kamboja dan bahkan Timor Leste juga mulai kesulitan. Benar-benar terpuruk prestasi sepakbola kita.

Pendapat menyebutkan bahwa bagaimana system pembinaan dan kompetisinya begitulah prestasi Timnas sepakbolanya.  Tentu ketika ketika menarik benang merah, prestasi buruk yang saat ini dialami Timnas tidak lain karena ada yang salah dalam system pembinaan dan kompetisinya.

Harus kita akui memang bahwa kompetisi sepakbola kita saat ini mulai hingar bingar.  Namun yang terasa baru aura ramainya. Prestasinya belum. Bahkan sebelum ini pengurus PSSI dan pengelola sepakbola Indonesia harus berurusan dengan polisi, karena kasus mafia sepakbola.

Diduga masalah carut marut sepakbola dan mafia yang ada di dalamnya yang secara langsung atau tidak langsung menyebabkan prestasi sepakbola kita seperti mundur.  Pasalnya kompetisi yang seharusnya menjadi ajang untuk mencari pemain berpotensi yang bisa menjadi andalam Timnas, ternyata dipenuhi dengan berbagai permainan. Mulai mafia bola dan pengaturan skor.

Kembali ke Pra Piala Dunia. Dua kekalahan yang diderita Timnas Garuda membuat kita malu. Namun tidak hanya cukup dengan malu saja. Kita harus mendorong agar PSSI berbenah. Jika organisasi PSSI dan kompetisi sepakbola kita belum sehat, siapapun pelatih dan pemain Timnas Garuda tidak akan mampu berprestasi.

Yang terpenting saat ini adalah kerendahan hati dari pengurus PSSI dan jajarannya. Mereka harus mau terbuka untuk dievaluasi. Terpuruknya prestasi Timnas Garuda harusnya membuka mata mereka.  Jangan lagi mereka tetap tertutup dan mengabaikan kritik.

Sepakbola kita kini berada di titik nadir.  Harus segera dibenahi. Bagaimanapun prestasi olahraga merupakan salah satu cara menaikkan harkat dan martabat bangsa. Mari membenahi sepakbola Indonesia. PSSI harus membuka diri. Jangan sampai sepakbola kita semakin tenggelam dan akhirnya karam.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt