Sembunyikan Sabu di BH, Nunung Ditangkap Polisi


Nunung asal Jakarta yang kedapatan menyembunyikan sabu-sabu di BH dan Sarno (29), yang ditangkap di depan Klinik Nailus Syifa Gondang Candimulyo Kertek bersama barang buktinya. Foto : Muharno Zarka

WONOSOBO, WAWASANCO-Nunung (47), seorang perempuan asal Kebon Jahe RT 12 RW 03 Kapuk Cengkareng Jakarta, kedapatan menyembunyikan sabu-sabu di BH (pakaian dalam) ketika digeledah polisi di sebuah rumah makan di komplek Terminal Bus Mendolo Wonosobo.

Saat dilakukan pengeledahan, perempuan berperawakan gendut itu, bersama Saldam (52), yang tak lain suaminya, semula akan menyerahkan paket sabu-sabu ke salah satu pemesannya di Wonosobo. Barang haram dan terlarang tersebut didapat di Jakarta. 

Namun, apesnya, sebelum pesanan diserahkan, keduanya keburu ditangkap. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasangan suami-istri yang telah dikarunai satu anak itu, digelandang ke Mapolres Wonosobo untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

Kasat Narkoba Polres Wonosobo AKP Harjoko, Minggu (15/9), mengungkapkan saat diperiksa polisi keduanya sempat mengelak tidak membawa barang terlarang. Aparat kepolisian tidak percaya begitu saja pengakuan tersangka, karena keduanya merupakan pemain lama.

"Berdasarkan penggeladahan yang dilakukan aparat kepolisian, Nunung terbukti membawa satu paket sabu-sabu dalam plastik klip dibungkus kertas putih dan salah satu pipet kaca dilakban warna hitam disembunyikan di boste houder (BH) pelaku," ungkapnya.

Kala digeledah, Saldam memang tidak ditemukan membawa sabu-sabu. Tapi dari pengakuan Nunung, barang terlarang yang disembunyikan di BH merupakan milik suaminya. Dari gerak-gerik yang mencurigakan, polisi tidak percaya jika keduanya tidak memiliki sabu.

Transfer Uang

Sementara itu, Sarno alias Coro (29) warga Dusun Buaran RT 04 RW 05 Desa Gunturmadu Kecamatan Mojotengah Wonosobo, juga ditangkap polisi di depan Klinik Nailus Syifa Dusun Gondang Desa Candimulyo Kertek, Sabtu (10/8) lalu, karena membawa 2 paket sabu-sabu.

Dari hasil pengeledahan, Sarno diketahui membawa 2 paket sabu-sabu yang dibungkus dalam plastik klip berlakban coklat. Dua paket obat terlarang tersebut dimasukan dalam bungkus kapur ajaib anti kecoa dan disimpan dalam saku kiri jaket jean biru miliknya. 

"Sarno ini membawa sabu seberat 2, 17 gram. Barang haram tersebut diperoleh dari seseorang dengan cara mentransfer uang terlebih dahulu ke nomer rekening di BCA sebesar Rp 2.300.000," sebut Kasat Narkoba Polres Wonosobo AKP Harjoko.

Setelah mentransfer uang, Sarno mengambil sabu-sabu di Kwadungan Kledung Temanggung dari temannya. Obat haram tersebut sedianya akan diserahkan kepada pemesannya di Wonosobo. Pelaku terpaksa mendekam tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Satu paket sabu-sabu, HP China Mobile warna hitam beserta sim cardnya, resi bukti transfer dan sepeda motor suzuki Smash warna merah dijadikan barang bukti di kepolisian. Selanjutnya tersangka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sebutnya.

Nunung dan Saldam dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomer 35/2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke 2 KUHP sedang Sarno terkena pasal 114 ayat (1) serta pasal 127 ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara. har 
 

Penulis : Muharno Z
Editor   : jks