Empat Penjahat Antar Provinsi Dicokok Polisi


Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati didamping Kasat Reskrim AKP Purbo Adjar Waskito, saat menyampaikan keterangan pers di aula Mapolres Wonogiri, Senin (16/9) siang.

WONOGIRI.WAWASANCO-Jajaran Resmob Polres Wonogiri, berhasil membekuk empat orang penjahat yang telah membobol toko bangunan ‘Sinar Agung’ di Nusupan, RT 02 RW 06, Desa Soco, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Toko tersebut millik Jong Yosep (55) warga Dusun Jatisari, RT 01   RW 01, Desa Jatisrono, Kecamatan  Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.

 
‘’Kelompok ini sudah berulangkali melakukan tindak kejahatan di wilayah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah,’’ kata Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati didamping Kasat Reskrim AKP Purbo Adjar Waskito, saat menyampaikan keterangan pers di aula Mapolres Wonogiri, Senin (16/9) siang.

 
Dijelaskan, mereka disergap Resmob gabungan dari Madiun, Ponorogo dan Wonogiri, saat beradai di wilayah Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri. Adapun inisialnya, FK,  warga Kabupaten  Gresik, Jawa Timur. Dibantu LA, adik kandung tersangka FK  dan IAS warga  Kab Lumajang, Jatim. ( keduanya kini menjalani penyidikan di Polres Madiun Kabupaten ) serta SR berasal dari wilayah Malang. ( menjalani proses penyidikan di Polres Ponorogo)

 

‘’FK merupakan residivis yang telah berulangkali melakukan kejahatan. Menurut catatan, tahun 2001  menjalani hukuman di LP Lamongan karena terlibat kasus Penadahan Sarang Burung divonis 3 bulan. Tahun 2003 mendekam di LP Gresik karena kasus Pencurian Sarang Burung divonis 3,5 tahun banding vonis 2 tahun. Tahun 2010 menjalani hukuman di LP Gresik lantaran ikut menikmati hasil curian ( 55 KUHP) divonis 4 (empat ) bulan. Tahun 2014 meringkuk di LP Banjarbaru Kalimantan Selatan karena terlibat kasus  pencurian dengan pemberatan Brangkas Alfamart 7 ( tujuh ) dan  divonis 6 tahun 9 bulan,’’

 ‘’Di tempat ini  (Sinar Agung) mereka berhasil menggasak 14 unit alat pertukangan serta uang tunai Rp300.000, sehingga total kerugian mencapai tujuh juta rupiah,’’ kata Purbo.

 Lebih lanjut Purbo menjelaskan, berdasarkan catatan polisi, di bulan September 2017 Toko Bangunan tersebut juga kecurian dengan modus yang sama, yakni membobol dan merusak tembok belakang toko, kerugian saat itu berupa satu  unit truck dan barang dagangan taksir kerugian sekira Rp 200.000.000.

Penulis : tpe
Editor   : jks