BNN Surakarta ringkus pengedar narkotika antar Provinsi


Kepala BNNK Surakarta Dwi Wahyudi (dua dari kanan) didampingi Kasi pembrantasan Edison Panjaitan (paling kanan) dan Klabid BNNP Jateng Susanto ( tiga dari kanan) tengah menunjukkan barang bukti ganja dalam acara di kantor setempat, Senin (16/9). Nampak di belakang tersangka AA terlihat dijaga ketat petugas bersenjata . (Bagus Adji W))

 

SOLO, WAWASANCO- Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Surakarta berhasil mengungkap peredaran narkotika di wilayah setempat. Menyusul berlangsungnya penangkapan terhadaop AA alias M (45) warga Malang Jawa Timur berikut barang bukti 50 kilogram ganja. Dari tersangka berstatus residivis dan kini tengah menjalani masa bebas bersyarat juga disita 1,62  gram kristal bening yang diduga shabu.

 

„Tersangka ditangkap petugas  ketika hendak memindahkan dua buah kopor berisi 50 kilogram ganja dari dan ke bus Rosalia Indah yang berhenti di pool di depan Pasar Ngudi Rejeki Gilingan Solo“, kata Kepala BNNK Surakarta  Ridho Wahyudi dalam  gelar perkara di kantor setempat, Senin (16/9).

 

Ridho Wahyudi didampingi Kabid Brantas BNNP Jateng Susanto dan Kanit Brantas BNNK Surakarta Edison Panjaitan menjelaskan, penangkapan terhadap AA  berawal informasi yang bersangkutan pergi ke Jakarta pada 10 September 2019 menggunakan penerbangan Lion Air. BNNK Surakarta segera mengirim  petugas melakukan penguntitan pada hari yang ditetapkan. Keterangan itu benar adanya terbukti tersangka  muncul di Bandara Soekarno Hatta  dan dijemput seseorang yang kemudian keduanya mendatangi sebuah rest area di jalan tol Merak -Jakarta tepatnya di wilayah Cilegon Banten. Pada tempat disebut terakhir inilah  tersangka menerima penyerahan dua kopor berisi ganja yang sebelumnya diangkut  menggunakan truk dari Medan.

 

Selanjutnya AA membawa dua koper berisi ganja ke pool bus Rosalia Indah di Bitung Tangerang Banten menggunakan taxi. Pada tempat disebut terakhir tersangka  membeli tiket tujuan Nganjuk. Tanpa sepengetahun tersangka, sejumlah petugas BNNK Surakarta turut serta dengan menyaru sebagai penumpang. Di Solo, petugas BNNK Surakarta menyiapkan rencana  agar bus singgah di kota Bengawan. Langkah ini ditempuh karena ternayata bus yang ditumpangi tersangka melayani rute Tangerang Banten- Malang Jatim via Tol dan tidak singgah di Solo. Ketika tiba di Bengawan, awak bus Rosalia Indah menginformasikan bus mengalami gangguan mesin sehingga penumpang dipindahkan  ke bus lain yang masih satu perusahaan.  Saat memindahkan kopor bermasalah itulah tersangka langsung diringkus petugas.

 

   Masih dalam kesempatan sama Kasi Pembrantasan BNNK Surakarta Edison Panjaitan menambahkan. Tersangka menerima order membawa ganja karena tergiur mendapat Rp 3 juta. Order didapat dari seorang teman  satu sel saat AA menghuni LP Lowokwaru Malang. Sesuai order, tersangka diperintah membawa ganja asal Medan dari Cilegon Banten sampai Nganjuk Jatim.  Sedangkan seluruh biaya perjalanan ditanggung pengirim barang. Persyaratan lainnya yakni tersangka harus membuat KTP palsu untuk digunakan reservasi naik pesawat maupun bus antar kota

 

„Karena itu ada KTP palsu atas nama Wardoyo dan dua buah HP serta dua palstik bening berisi kristal seberat 1,6 gram yang diduga shabu sebagai barang bukti“, kata Edison Panjaitan sembari menambahkan tersangka diancam hukuman  lima tahun penjara hingga seumur hidup sebagaimana tertuang dalam UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Saat ini tersangka berstatus narapidana yang tengah menjalani masa bebas bersyarat. AA dihukum empat tahun penjara terkasit kepemilikan narkoba jenis sabu 

 

Kabid Brantas BNNP Jateng Susanto yang jugahadir mengatakan,

Modus pengiriman ganja  yang terungkap di Solo  sama dengan kejadian sejenis di Batang beberapa waktu lalu . hanya saja sumber kiriman ganja dimaksud berbeda. Karena itu terus dilakukan pemngembangan atas kasusnya   “BNNP bertekad  melindungi masyarakat Jateng  dari bahaya narkotika”, terangnya

Penulis : baaw
Editor   : jks