Hujan Interupsi, Sidang Paripurna DPD RI Ricuh


RICUH - Sidang Paripurna DPD RI ricuh diwarnai aksi dorong-dorongan antar wakil rakyat, dalam agenda pengesahan tata tertib DPD  Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9)  . foto dok detik

JAKARTA, WAWASAN.CO -  Sidang paripurna DPD RI yang beragendakan pengesahan tata tertib DPD ricuh. Tidak hanya hujan interupsi, juga diwarnai aksi dorong-dorongan antar  wakil rakyat tersebut. Sidang yang digelar di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9)  dipimpin oleh Wakil Ketua DPD Ahmad Muqowam. 

Ricuh diawali dengan hujan interupsi yang dilakukan para senator. Interupsi terkait agenda pengesahan tatib pun, langsung dilontarkan salah satu senator. Sidang paripurna, yang dibuka sekitar pukul 15.10 WIB tersebut, kian memanas ketika banyak anggota dewan terus bergumam memperjuangkan opininya sendiri-sendiri. 

Meski banyak interupsi, Akhmad Muqowam lebih memilih untuk tetap melanjutkan pembacaan agenda sidang mengenai tatib, ketimbang meladeni satu per satu dewan yang menginterupsi.

Bahkan, Akhmad terkesan cuek dengan tudingan dari beberapa dewan yang mengatakan bahwa gelaran sidang tersebut belum sah. "Rapat ini melanggar! Ini tidak sesuai prosedur, rapat ini ilegal!" kata salah satu dewan yang tampak kesal.

Interupsi yang datang dari segala sisi tempat duduk dewan datang silih berganti. Kira-kira sekitar 10 menitan dan akhirnya semua mikrofon dimatikan. Saking kesalnya, tampak 2 anggota dewan maju ke meja pimpinan untuk mendesak agar sidang dihentikan. Meski didatangi dengan emosi tinggi, pimpiman sidang termasuk Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang tetap terdiam. 

Ketegangan terus berlangsung sekitar setengah jam. Bahkan, senator asal Sulawesi Barat Muhammad Asri Anas dan senator asall Sulawesi Utara, Benny Ramdhani hampir berkelahi.

Dari penjelasan Anggota DPD RI Intsiawati Ayus, sebagian besar anggota tidak ingin sidang dilanjutkan karena masih belum ada keterangan mengenai pembahasannya. Dengan kata lain, sidang yang mengagendakan soal tatib itu masih belum jelas inti yang akan dibahas, pemilihan ketua DPD atau pengesahan tatib

"Kami (sebenarnya) ingin kejelasan dulu. Ini pembacaan laporan atau pengesahan. Kalau mau disahkan, kapan dibahasnya. Terus, posisi rapat ini apa?" kata Intsiawati.

Seperti diketahui, Sidang Paripurna Luar Biasa DPD RI ke-2 Masa sidang V tahun 2018-2019 itu dihadiri Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua DPD Darmayanti dan Akhmad Muqowam. 

Agenda sidang yakni penyampaian IHPS Tahun 2019 serta penyerahan LHP, dilanjutkan dengan pengesahan Tata Tertib DPD RI. Agenda ketiga adalah pengesahan Keputusan DPD RI. 

 

Penulis : arr
Editor   : edt