Sejumlah Pengurus Golkar Somasi Airlangga


sejumlah kader Golkar yang merupakan pengurus pleno Patai Golkar layangkan somasi kedua kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. (Foto :Arya)

JAKARTA, WAWASANCO-Pengurus Pleno DPP partai Golkar kembali layangkan somasi kepada Ketum Golkar Airlangga Hartarto.  Kalau somasi kedua ini tidak diindahkan juga mereka mengancam akan menempuh jalur secara perdata.

''Kalau somasi kedua ini tidak juga ada tanggapan maka kami akan menempuh jalur hukum secara perdata,'kata tim somasi Amriyati Amin yang didampingi Cyprus A Tatali,  Emmalia Natar dan Marleen Petta di Jakarta,  Rabu (18/9)
Amriyati mengaku kesal terhadap Airlangga yang tidak tanggap terhadap kondisi. Menurutnya sebagai ketua umum,  Airlangga tidak menjalankan AD/ART partai diantaranya tidak pernah melaksanakan pleno sejak terpillih dalam munaslub.

''Golkar saat ini dalam kondisi genting terjadi krisis kepemimpinan. Teman-teman kader Golkar juga melayangkan mosi tidak percaya, ''katanya.

Amriyati juga menilai kondisi Partai Golkar semakin amburadul akibat ketidakbecusan kepemimpinan Ketua Umum. Kerusakan tata kelola partai ini mengancam keutuhan partai. Dia menambahkan, Airlangga juga telah melakukan pelanggaran secara vulgar terhadap AD/ART, tidak beritikad baik untuk melaksanakan amanat musyawarah luar biasa (Munaslub) tahun 2017.

Selain itu lanjut dia, Airlangga telah menelegasikan aspirasi mayoritas Pengurus Pleno DPP Partai Golkar yang menuntut diselenggarakan rpat pleno sebagai forum musyawarah organisasi sebagaimana diatur AD/ART dan peraturan yang berlaku di Partai Golkar.

Menurut Amriyati, langkah yang mereka lakukan bukan karena tidak suka atau alasan pribadi terhadap  Airlangga, namun semata-mata untuk menyelamatkan Partai Golkar. Apalagi tahun 2020, Pilkada serentak dilakukan ratusan kabupaten dan kota di Indonesia.

"Partai lain udah mulai sibuk mengadakan koalisi dan mencari kader terbaik untuk calon bupati, walikota dan gubernur, sementara Partai Golkar disibuksn dengan urusan internal Partai yang kian memanas.
" Kami tidak punya kepentingan terhadap pencalonan Ketum Partai. Kami ingin menjaga martabat partai agar tetap menjadi partai terbesar," tegasnya.

Penulis : Arya
Editor   : jks