Penerbangan regular Solo – Jeddah Bakal Dihentikan


Ketua Perpuhi Solo Her Suprabu tengah memberikan tanggapan terkait rencana penutupan rute reguler Solo – Jeddah. (Bagus Adji W)

SOLO, WAWASANCO-Persaudaraan Pengusaha Umroh dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo mengaku prihatin dengan adanya rencana bakal dihentikannya penerbangan reguler rute Solo- Jeddah ataupun Madinah. Padahal. Padahal potensi  angkutan bagi jemaah umrah di Solo sangatlah besar.

 

Menurut Ketua Persaudaraan Pengusaha Umroh dan Haji Indonesia (Perpuhi) Her Suprabu, Rabu (25/9) keprihatinan yang disampaikan  karena Perpuhi dan biro perjalanan memiliki andil besar  dalam membuka rute langsung ke tanahsuci. Perpuhi dan biro perjalanan membujuk sejumlah maskapai agar membuka penerbangan langsung Solo - Arab Saudi untuk kebutuhan angkutan jamaah umrah. Adanya penutupan rute, maka  biro umrah  di Solo Raya tetap memberangkatkan jemaah menggunakan pesawat charter.

 

Diakui, penggunaan penerbangan reguler lebih menguntungkan dibanding charter karena ada kepastian jadwal penerbangan. Selain itu  harga tiket lebih murah dibandingkan tiket pesawat charter. Sebagai gambaran, tiket Garuda Solo-Jeddah semula sekitar Rp 13.750.000 naik menjadi kisaran Rp 14.750.000 per orang. “Untuk menjelaskan  perubahan yang terjadi  termasuk adanya keharusan membayar governement fee untuk pemerintah Asrab Saudi  maka akan digelar Perpuhi Umrah Travell Fair (PUTF). Kegiatan disebut terakhir akan diikuti 28 peserta dan berlangsung 27 – 29 September”, jelasnya.

 

Pada kesempatan terpisah General Manager Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, membenarkan adanya rencana penghentian penerbangan reguler Solo- Jeddah ataupun Madinah. Maskapai  Garuda Indonesia merencanakan akan menghentikan penerbangan reguler ke Arab Saudi pada akhir Desember tahun ini. Selanjutnya rute yang ada akan dilayani penerbangan charter dengan pengelola anak perusahaan maskapai nasional tersebut. Demikian halnya Batik Air yang akan melayani Penerbangan Solo-Jeddah dan Solo-Madinah, mulai Desember tahun ini, juga dilayani pesawat charter yang dioperasikan pihak ketiga. "Mulai akhir tahun ini, semua penerbangan ke Madinah menggunakan pesawat charter," kata  Abdullah Usman.

Penulis : baaw
Editor   : jks