Nurul Qomar Dituntut 3 Tahun Penjara


Terdakwa Nurul Qomar hanya tertunduk (memakai peci) mendengarkan pembacaan tuntutan JPU di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri Breb

BREBES, WAWASANCO - Terdakwa kasus dugaan pemalsuan ijazah, Nurul Qomar dituntut tiga tahun penjara  oleh jaksa penuntut umum dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Brebes, Senin (30/9). 

Terdakwa yang juga terkenal sebagai mantan anggota DPR RI ini, terlihat tertuduk saat pembacaan tuntutan dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Sri Sulastuti SH.

Tiga Jaksa Penuntut Umum (JPU) masing-masing Bachtiar Ihsan Agung SH, Ardiansyah SH dan Tanjung SH secara bergilir membacakan tuntutan kepada terrdakwa

Salah satu isi tuntutan yang dibacakan JPU diantaranya, terdakwa telah merusak citra dunia pendidikan karena telah melakukan pemalsuan ijazah S-3. Atas perbuatan terdakwa, JPU mengganjar terdakwa dengan tuntutan tiga tahun penjara.

Terdakwa Nurul Qomar dalam kesempatan itu menyampaikan keberatan atas tuntutan tiga tahun penjara yang dibacakan JPU dalam persidangan yang dihadiri pula dua hakim anggota masing-masing Nani Pratiwi SH dan Dian Anggraini SH.

"Saya keberatan dengan tuntutan JPU dalam persidangan ini. Saya akan melakukan pembelaan (pledoi) di sidang berikutnya terkait dengan tuntutan JPU yang tidak benar," jelas Nurul Qomar yang pernah menjadi Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (Umus) Brebes ini.

Terpisah, saksi pelapor terdakwa, Muhadi Setiabudi usai persidangan menyatakan menerima tuntutan tiga tahun yang disampaikan dalam persidangan yang sudah berjalan ke-13 kalinya itu.

"Saya menghormati dan mematuhi hukum yang berlaku. Segala sesuatunya terkait sidang ini, saya serahkan sepenuhnya kepada hukum," terang Muhadi.

Muhadi.memaparkan, dirinya juga menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT apa pun hasil keputusan dalam sidang tersebut.

"Siapa yang benar dan salah, hanya Allah SWT yang tahu segalanya. Saya berharap pula, proses hukum ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Saya bahkan meminta agar terdakwa ditahan kalau sudah ada putusan hukum tetap. Terdakwa jelas telah mencoreng dunia pendidikan di tanah air dengan melakukan pemalsuan ijazah," pungkas Muhadi.


 

Penulis : ero
Editor   : edt