Oso Sebut Muqowam Cocok Jadi Menteri Desa


Muqowam bersama Ketua DPD oesman Sapta, Wakil Ketua DPD Nono Sampono, Wakil Ketua DPD darmayanti Lubis.

JAKARTA, WAWAANCO- Sehari jelang mengakhiri masa jabatannya sebagai Wakil Ketua  Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Achmad Muqowam luncurkan buku dengan judul 'Membangun atau Merusak Desa',  di gedung parlemen,  Senin (30/9)

''Awalnya buku ini saya kasih judul 'Membangun Sambil Merusak Desa'. Tapi judul itu terkesab kurang njawani. Akhirnya saya ubah judulnya  Membangun atau Merusak Desa', ''kata Muqowam dalam sambutan peluncuran bukunya.

Hadir dalam peluncuran buku itu Ketua DPD RI Oesman Sapta, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dan Darmayanti Lubis dan Sekjen DPD RI Reydonnyzer Moenek.

Buku Senator asal Jawa Tengah ini  berisi kritikan  terhadap pelaksanaan UU Desa yang berjalan selama lima tahun ini. Presiden kata Muqowam, sudah mempunyai pikiran dan hati yang tertuju pada desa, dan secara kelembagaan, sudah bertekad melaksanakan UU Desa secara konsisten.

"Tetapi regulasi dan aparat tidak mendukung secara sempurna, sehingga kontradiksi dan paradoks terjadi di tengah jalan. Biangnya tidak lain adalah reduksi dan simplikasi UU Desa menjadi program dana desa, yang dilengkapi dengan aturan, perintah, batasan, larangan, ancaman, dan lain-lain," ujar Muqowam.

Bukunya itu Muqowam menuliskan perjalannya panjang pelaksanaan UU Desa dan keterlibatan dirinya dalam pembahasan RUU Desa sebagai Ketua Pansus ketika menjadi anggota DPR sampai dalam melakukan pengawasan dari pelaksanaan UU Desa tersebut, sesuai kapasitasnya sebagai senator.

Sementara itu Ketua DPD RI Oesman Sapta mengapresiasi buku karya Muqowam. Menurutnya,  soal UU desa ini dan bagaimana pelaksanaannya,  Muqowam sangat menguasai.

Katenanya Oesman Sapta yang akrab disapa Oso menilai, Muqowam yang  banyak menyoroti persoalan dan pembangunan desa ini sebagai figur yang cocok menjadi Menteri Desa.

Menurut Oso, Ahmad Muqowam berhasil menyusun catatan-catatan kritis tentang pembangunan masyarakat desa dalam era otonomi daerah ke dalam bukunya.

"Buku Muqowam ini, judulnya saja sudah membuat greget, semoga isinya dapat memberikan kontribusi yang maksimal pada pembangunan desa," katanya.

Oesman menjelaskan, pembangunan desa memang harus dilakukan, tapi jangan sampai merusak desa. "Membangun desa itu persoalannya komplek, sehingga harus dicari jalan terbaik dalam pembangunan desa," katanya.

Oso meminta UU No. 6 tahun 2014 tentang desa benar-benar dilaksanakan agar desa maju dan sejahtera. Sebab, desa merupakan pintu terdepan pemerintahan dalam pembangunan nasional. 

“Kita semua dari desa dan besar di desa, dan desa menjadi contoh lembaga terkecil yang sangat demokratis dalam pemilihan kepala desa. Karena itu, desa harus menjadi garis terdepan dalam pembangunan nasional,” tegas Oso.

Penulis : Arya
Editor   : jks