Pilkada 2020 Harus Jadi Pilkada Mencerdaskan


Ketua PCNU Purbalingga Ahmad Muhdzir, Ketua PDM Purbalingga Ali Sudarno, anggota KPU Purbalingga Mey Nurlela dan pengamat politik Unsoed Dwyianto Indiahoro menjadi pembicara dalam Sarasehan Menjelang Pilkada Purbalingga tahun 2020, yang diselenggarakan oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pengurus Daerah Muhammadiyah Purbalingga, di Meeting Room Panti Asuhan Mandini Siwi, PKU Muhammadiyah, Purbalingga, Minggu (6/10) malam.. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO- Perhelatan Pilkada Purbalingga tahun 2020 harus menjadi Pilkada yang mencerdaskan.  Artinya kandidat yang muncul harus memiliki visi dan misi yang jelas dalam membangun daerah. Selain itu juga harus meminimalisir terjadinya transaksi politik melalui politik uang.

Demikian benang merah dalam Sarasehan Menjelang Pilkada Purbalingga tahun 2020, yang diselenggarakan oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pengurus Daerah Muhammadiyah Purbalingga, di Meeting Room Panti Asuhan Mandini Siwi, PKU Muhammadiyah, Purbalingga, Minggu (6/10) malam.

Hadir sebagai pembicara masing-masing Ketua PCNU Purbalingga Ahmad Muhdzir, Ketua PDM Purbalingga Ali Sudarno, anggota KPU Purbalingga Mey Nurlela dan pengamat politik Unsoed Dwianto Indiahoro. Sarasehan dipandu moderator Soberi Arofah.

“Saya menginginkan Pilkada Purbalingga jangan seperti Pilpres tahun 2019 yang menimbulkan perpecahan. Perbedaan dukungan boleh namun jangan sampai bertikai dan menimbulkan persoalan di masyarakat. Bagaimanapun persatuan dan kesatuan harus dijaga. Makanya para pemilih harus menjadi pemilih yang cerdas,” ungkapnya.

Sedangkan Ali Sudarno menyampaikan bahwa pihaknya berkeinginan semua komponen termasuk Ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah memelopori pelaksanaan Pilkada yang bebas politik uang. Jangan sampai terjadi transaksi politik. “Biaya politik pasti ada. Tapi politik uang jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Sementara Dwianto Indiahoro menegaskan Pilkada harus menjadi ajang memaparkan visi dan misi dari para kandidat. Pemilih harus mencermati visi dan misi yang disampaikan. Jadi mereka tahu siapa yang akan dipilih dan apa programnya. “Kandidat harus menjadi bagian dari upaya menyelesaikan persoalan yang ada di  di daerahnya,’ katanya.

Anggota KPU Purbalingga Mey Nurlela mengatakan Pilkada 2020 tahapannya dimulai Desember saat calon perseorangan bisa mendaftarkan diri ke KPU. Jadwalnya adalah mulai 9 Desember. Persayaratan calon perseorangan adalah minimal mengumpulkan dukungan berupa 56.000 Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Pendaftaran ke KPU Purbalingga baik perseorangan maupun parpol pada 16-18 Juni. Penetapan calon adalah pada 8 Juli. Sedangkan pencoblosan dilaksanakan 23 September,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt