Viar Perkuat Segmentasi Produk Motor Listrik


MENUNJUKKAN - Direktur PT Triangle Motorindo Ignatius Kartiman (kanan), Marketing Manager VIAR Jawa & Kalimantan Dwiyanto (tengah) dan jajaran, menunjukkan motor listrik produksi VIAR di Semarang, kemarin. Foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO – Cerita sukses PT Triangle Motorindo (VIAR) dalam menyiapkan dan memproduksi motor listrik Q1, mendorong pabrikan tersebut menyiapkan sejumlah produk lain. Termasuk diantaranya, New Q1 dan motor listrik trail E-Cross, yang kini sedang dalam pengujian.

Langkah tersebut tidak terlepas dari program Langit Biru yang diluncurkan pemerintah, dalam mengurangi emisi gas buang pembakaran, yang membuka peluang bagi produksi kendaraan bertenaga listrik sebagai solusinya. Terlebih saat ini sudah keluarkan Peraturan Presiden Nomer 55 Tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Viar konsen pada pengembangan motor listrik, dan diharapkan menjadi pemimpin di pasar baru ini. Sebelumnya kami memproduksi motor berbahan bakar gasoline, tetapi setelah hadirnya Q1 dan banyak peminatnya, kami mulai memproduksinya secara massal,” papar Direktur PT Triangle Motorindo Ignatius Kartiman, di Semarang, kemarin.

Diterangkan, motor Q1 kini telah dikembangkan menjadi New Q1, dengan sejumlah keunggulan. Salah satunya memiliki slot baterai atau accu tambahan. “Kalau Q1 dulu penggunaan baterainya mampu menempuh jaran 60 kilometer, kini New Q1 dengan double baterai bisa untuk menempuh jarak 120 kilometer, dalam sekali pengisian listrik. Kita akan tingkatkan produksi New Q1 menjadi 700 unit per bulan," lanjutnya.

Pihaknya optimis, kendaraan listrik akan menjadi menjadi pilihan di masa depan. Selain relatif murah, juga efisen dan tidak menghasilkan polusi udara. "Kita tidak perlu ganti oli atau servis mesin. kebutuhannya cukup suplai listrik. Dengan motor listrik maka akan memberi dampak pengiritan biaya," papar Kartiman.

Marketing Manager VIAR Jawa & Kalimantan Dwiyanto, menambahkan permintaan motor listrik Q1 maupun New Q1 meningkat relatif tinggi. Terutama permintaan dari instansi dan pabrik-pabrik, yang menerapkan kendaraan berbasis bebas polusi untuk sarana transportasi di wilayah kerja.

"Seri Q1 ini menjadi pilihan karena selain designnya yang menarik, irit listrik, juga bandel. Permintaan pasar cukup tinggi, sehingga perusahaan mengambil langkah untuk meningkatkan produksi setiap bulannya," tambah Dwiyanto.

VIAR akan terus merinovasi dan untuk mendukung pengembangan teknologi motor listriknya, PT Triangle Motorindo pun mengambil langkah kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, antara lain dengan UGM dan ITB. Kerjasama juga dilakukan dengan PT PLN (Persero).

Pasar motor listrik di Jawa Tengah menurut Dwiyanto akan semakin bergairah bila Pemprov menurunkan Beaya Balik Nama (BBN), sebagaimana yang berlaku di Jawa Timur atau Jawa Barat yang hanya 2,5%.

“Sementara ini di Jawa Tengah masih 12,5% dan dirasa cukup tinggi, sehingga berpengaruh besar terhadap minat konversi motor BBM ke motor listrik. Mudah-mudahan, kebijakan ini bisa segera berubah,” tandasnya. 

 

Penulis : arixc
Editor   : edt