Kecamatan Getasan Gagas Kader Siaga Bencana


Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) melantik 233 pejabat eselon IV di lingkungan Pemkab Purbalingga, Selasa (30/7).(Foto :Joko Santoso)

UNGARAN, WAWASANCO- Sebagai upaya mencegah dan mendeteksi dini munculnya bencana alam, Kecamatan Getasan menggagas Kader Siaga Bencana. 

Kader yang dibentuk tingkat Kecamatan itu, berisikan sumber daya manusia (SDM) perwakilan berbagai unsur. 

Kasi Trantib Kecamatan Getasan Marjiono sebagai penggagas Kader Siaga Bencana menjelaskan, Kader Siaga Bencana ini melibatkan perwakilan desa setempat mulai dari unsur dari masyarkat, karang taruna hingga Linmas. 

Dan pihaknya, telah memberikan pembekalan selama dua hari serta diisi oleh sumber berkompeten di bidangnya. 

"SDM yang kami jaring mulai dari unsur dari masyarkat, karang taruna hingga Linmas. Pembentukan serta pembekala Kader Siaga Bencana yang berlangsung dua hari, menyusul tungginya kejadian bencana alam di Kecamatan Getasan," kata Marjiono ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/10).

Ia memaparkan, Kecamatan Getasan salah wilayah buang masuk dalam rawan Bencana. Tercatat, dari data yang diperoleh dari sejak bulan Januari hingga Mei 2019 total bencana di Kecamatan Getasan sebanyak 12 kali. Angka tersebut terbilang sangat tinggi sejak tiga tahun terakhir. 

"Dan sebagian besar ada bencana longsor karena memang di bulan-bulan itu curah hujan sangat tinggi," ujarnya. 

*Kendala
Ia tak menapik, sejuah ini, karena kendala geografis ketika meminta bantuan saat adanya bencana alam di wialyah Kecamatan Getasan menjadi pemikiran utama.

Sehingga, saat adanya kejadian koordinasi sangat jauh acap kali menyebabkan penanggulangan awal terhadap bencana di lokasi kejadian tertunda. 

"Dan apalagi wilayah kami berbukit. Dengan adanya Mader Siaga Bencana tingkat Kacamatan dapat langsung menangani melakukan tindakan pertama dan meminimalisir bencana di wilayah Kecamatan Getasan," tandasnya. 

Dan harapannya, setelah terbentuk di tingkat Kecamatan akan dibuat tingkat desa hingga tingkat dusun. 

"Jadi, nanti dia situ akan diadakan Bintek dalam mengatasi bencana. Dan terpenting lagi dapat mendeteksi dini gejala-gejala bencana alam di wilayah Kecamatan Getasan," paparnya. 

Masyarakat juga diharapkan dapat membaca gejala Bencana sehingga menghindari jatuhnya korban jiwa. 

Dan sampai saat ini, tambahnya, memang belum ditunjang sarana prasarana. Namun tahun depan, ia menegaskan Kecamatan akan menganggarkan Sapras khusus penanggulangan bencana alam ke dalam DPA seperti Apar, tandu, obat-obatan yang sederhana. 

"Rencana kedepan harapannya akam terbangun Posko Bencana Alam," imbuhnya. 

Sementara, dalam kegiatan pembekalan Kader Siaga Bencana Marjiono menyebut ada dua narasumber dari kabupaten yakni Kepala BPBD Heru Subroto terkait Pahaman Bencana serta Kasi Damkar Kabupaten Semarang Yudhianto memberikan pembekalan simulasi memadamkan api dari Satpol PP dan Damkar. 

Penulis : ern
Editor   : jks