Doyo Bunuh Selingkuhannya Dengan Batako


Kapolres AKBP Antonius Anang SIK, MH didampingi KasatReskrim AKP Heri Dwi Utmo SH, MH, menggelar jumpa pers kasus pembunuhan berlatarbelakang perselingkuhan. Foto : SB/Hms-Resbla.

BLORA, WAWASANCO- Polres Blora menggelar jumpa pers kasus pembunuhan berlatar belakang asmara dengan korban meninggal dunia, Ratmiyati (41), warga Dukuh Guyung, Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban, Blora. 


Jumpa pers yang digelar di kompleks gedung Reskrim Polres setempat, Kapolres AKBP Antonius Anang didampingi Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utmo, menampilkan pelaku pembunuhan Doyo (50). “Saya diejek tidak jantan, tida bisa memuaskan, itu yang membuat emosi saya," beber Doyo, warga Dukuh Guyung, Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban, Blora, Selasa (8/10/


Kepada Kapolres Anang, Doyo mengaku menjalin perselingkuhan (hubungan terlarang) dengan korban sudah berlangsung sekitar tiga tahun, terbanyak saat suami korban sedang keluar rumah. Pelaku mengaku sudah berulang kali melakukan hubungan intim dengan korban. Buah dari hubungan gelap itu, keduanya memiliki satu anak, dan keduanya juga sudah memiliki keluarga masing-masing. "Saya sering berhubungan,  sudah sekitar tiga tahun dan punya satu anak umurnya 1,5 tahun," ungkap pada Kapolres Blora.

 
Agar aman dari keluarga masing-masing, dalam menjalin hubungan gelap keduanya melakukan dengan secara sembunyi-sembunyi, dan anak korban korban sudah diakui kalau anak sendiri.

 

Pintu Belakang

 
Kapolres AKBP Anang menambahkan, korban dibunuh dengan cara dihantam dan dipukuli pakai batu batako sekitar delapan kali di kepala, setelah tidak sadarkan diri, pelaku keluar lewat pintu belakang. 


"Ini barang buktinya (BB), setalah itu korban tidak berdaya dibiarkan tergeletak di dalam kamar mandi, dan pelaku kabur,” jelas Kapolres.

 

Dibeber Kapolres AKBP Antonius Anang, bahwa motif pembunuhan ini dilatar belakangi sakit hati atas pernyataan korban, pelakuu dibilang tidak jantan dan tidak bisa memuakan korban. 

 

Pelaku sempat berniat mengakhiri hubungan gelapnya. Namun korban mengancam akan membongkar perselingkuhan. Jadilah hubungan terlarang itu masih berlanjut. 


Diberikan sebelumnya, kurang dari 24 jam, tim Reserse Mobil (Resmob) Kepolisian Resor (Polres) Blora, Jawa Tengah, berhasil menyingkap kasus kematian Ratmiyati (41), berikut motif dan pelakunya.

 

Tersangka pelaku bernama Doyo, penduduk satu dukuhan dengan korban, terungkap dari hasil penyelidikan dan pengembangan oleh tim Resmob, dan unit Reksrim Polsek Kedungtuban.

 

Awalnya Polsek kedungtuban menerima laporan dari petugas rumah sakit PKU Muhammadiyah di Cepu, ada korban memeninggal dengan banyak luka (meninggal tidak wajar). 

 

Selanjutnya, Resmob dan tim dari Polsek Kedungtuban melakukan penyelidikan, mengumpulkan beberapa alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi, menduka wanita itu korban penganiayaan. 

 

Bahkan keluarga korban, sempat menduga Ratmiyati meninggal akibat terpeleset di kamar mandi, lantas keluarganya membawa korban ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu. 

Penulis : wah
Editor   : jks