UPGRIS Dorong Peningkatan Level Akreditasi Jurnal Ilmiah


FOTO BERSAMA – WR IV Ir Suwarno Widodo MSi, berfoto bersama pembicara dan peserta dalam program bedah 11 jurnal ilmiah UPGRIS menuju jurnal terakreditasi nasional Sinta 2, yang digelar LPPM UPGRIS di Gedung Pascasarjana Kampus I Sidodadi Semarang, Selasa (8/10). Foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO - Ada tiga aspek penilaian dalam sebuah jurnal ilmiah, yakni tampilan jurnal, manajemen tata kelola dan penyuntingan, serta kualitas artikel. Ketiga sektor tersebut harus menjadi perhatian pengelola jurnal, dalam upaya peningkatan akreditasi.

Hal tersebut disampaikan anggota tim penilai akreditasi jurnal nasional (Arjuna) Dr Rully Charitas Indra Prahmana SSi MPd, dalam program bedah 11 jurnal ilmiah UPGRIS menuju jurnal terakreditasi nasional Science and Technology Index (Sinta) 2, yang digelar LPPM UPGRIS di Gedung Pascasarjana Kampus I Sidodadi Semarang, Selasa (8/10).

“Tampilan jurnal itu meliputi sejumlah bidang, misalnya nama jurnal yang lebih spesifik, penyebaran luasan hingga penerbitan. Penilaiannya akan lebih tinggi jika penerbitan dilakukan bersama asosiasi,” papar dosen dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta tersebut.

Sementara, dari manajemen tata kelola dan penyuntingan dinilai dari kualitas penyuntingan, serta kinerja editor dan mitra bebestari. Sementara, penilaian tertinggi dari kualitas jurnal termasuk materi yang terangkum didalamnya. 

Ditambahkan untuk mencapai Sinta 2, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Misalnya jadwal penerbitan yang kontinyu, komposisi penulis minimal 60 persen dari luar kampus terkait, hingga reviewer yang berkualitas. 

Dalam kesempatan tersebut, 11 jurnal yang ada dibedah dan ditelaah untuk dilihat kekurangan serta keunggulan masing-masing. Harapannya, bisa dilakukan perbaikan serta peningkatan sehingga mampu menembus akreditasi nasional.

Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Jurnal LPPM UPGRIS Dr Achmad Buchori SPd MPd menambahkan, jurnal ilmiah di UPGRIS sejauh ini ada sebanyak 34 jurnal. Dari jumlah tersebut 11 diantaranya sudah terindeks atau terakreditasi Sinta 5,4 dan 3. 

“Tertinggi Sinta 1, yang artinya sudah mencakup level internasional terindeks Scopus, sementara Sinta 2 ini terakreditasi secara nasional. Kita sudah ada 11 jurnal terakreditasi Sinta, diantaranya Jurnal Olahraga, Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Jurnal Ilmiah Biologi, hingga Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika,” terangnya.

Pihakya berharap dengan pelatihan peningkatan SDM pengelola jurnal di lingkungan UPGRIS, diharapkan berbanding lurus dengan kualitas jurnal yang dihasilkan sehingga mampu menembus Sinta 2.

Sementara, Wakil Rektor IV UPGRIS Ir Suwarno Widodo MSi menegaskan, keberdaaan jurnal ilmiah di sebuah perguruan tinggi, akan menunjukkan reputasi perguruan tinggi tersebut. Dengan membuat jurnal dan mengingkatkan kualitasnya, juga bisa mengangkat akreditasi. 

“Untuk itu kita mendorong peningkatan kualitas penulisan artikel, hingga jurnal yang ada.  Ini juga bentuk akselerasi untuk meningkatkan jurnal yang kita miliki, agar mampu menembus Sinta 2 atau bahkan standar Scopus,” terangnya.

Dipaparkan, sejauh ini sudah ada beberapa jurnal ilmiah UPGRIS yang terakreditasi Sinta 3, pihaknya  terus mendorong agar bisa meningkat menjadi Sinta 2. 

“Kalau Sinta 2 itu artinya sudah terkakreditasi secara nasional oleh Kemenristekdikti, sementara Sinta 1 ini sudah diakui secara internasional. Memang tidak mudah, namun kita terus berupaya agar bisa mencapainya. Bahkan kita juga memberikan insentif pengelolaan jurnal, untuk memacu peningkatan level atau akreditasi jurnal yang ada.,” tandasnya. 

 

Penulis : arixc
Editor   : edt