Diresmikan, Pasar Mranggen Ditarget PAD 1 M


Setelah menandatangani prasasti, Bupati HM Natsir didampingi pejabat Forkompinda serta Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Demak Hj Siti Zuarin memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Kepala UPTD Pasar Mranggen Budi Widianingsih. Foto : sari jati Attachments area

DEMAK, WAWASANCO- Setelah melalui enam tahap pembangunan sejak 2014, Pasar Mranggen diresmikan, Rabu (9/10). Dibangun dengan standar nasional, gedung dua lantai senilai Rp 80,3 miliar itu ditarget kontribusi PAD Rp 1 miliar setiap tahunnya. 

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Demak Hj Siti Zuarin  menjelaskan, dari total anggaran Rp 80,3 miliar tersebut sekitar Rp 8,8 miliar merupakan anggaran BanGub Jateng. Sedangkan sisanya yakni Rp 71,5 bersumber APBD Kabupaten Demak. 

Mengenai luas bangunan, dijelaskan, total 12.610 meter2. Gedung dua lantai tersebut berkapasitas 360 kios permanen, 712 kios partisi dan 211 los. 

"Sedangkan kaitannya pedagang Pasar Mranggen ada dua kelompok. Yang berijin berjumlah 1.110 pedagang, sedangkan mereka yang belum mengantongi ijin sebanyak 438 orang," ujarnya, didampingi Sekretaris Dinas Perdangangan, Koperasi dan UKM Hj Sri Darwati.

Oleh karena jumlahnya lebih banyak dibanding ketersediaan kios maupun los, menurut Zuarin, penempatan prioritas bagi para pemilik sertifikat atau kelompok berijin. Sejauh ini telah ada 909 pedagang atau sekitar 85 persen dari total jumlah pedagang telah membayar retribusi rekomendasi dasaran. Sehingga telah masuk retribusi ke kas daerah sebesar Rp 5,3 miliar. 

Karena telah dibangun lengkap dengan sejumlah fasilitas sesuai SNI, Pasar Mranggen pun ditarget kontribusi PAD sebesar Rp 1 miliar setiap tahunnya. Jumlah tersebut untuk mendukung kontribusi PAD dari sektor pengelolaan 19 pasar rakyat se-Kabupaten Demak yang pada 2019 ditarget sejumlah Rp 5,7 miliar. 

Di sisi lain, Bupati HM Natsir saat peresmian berpesan, agar pedagang senantiasa menjaga kebersihan Pasar Mranggen dan turut memeliharanya. Terlebih prinsip pengelolaan pasar ber-SNI tak hanya menguntungkan para pedagang, namun juga para konsumennya. Maka itu selain kebersihan, ditekankan pula pada pengelolaan kesehatan lingkungan, keamanan, kenyamanan dan zonasi. 

"Mari bersama berdoa, mudah-mudahan Pasar Mranggen berkah, aman, selamat,  selalu ramai pembeli, nilai transaksi  pun tinggi. Sehingga tak hanya menyejahterakan pedagang dan masyarakat, namun juga turut mendongkrak perekonomian daerah," tandas bupati

Penulis : ssj
Editor   : jks