Dua Wanita Pengedar Heximer Dibekuk


Kabag Operasional Polres Purbalingga, Kompol Sigit Ari Wibowo didampingi i Kasat Narkoba AKP I Dewa Gede Ditya menunjukkan barang bukti hasil ungkap kasus narkoba.(Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO- Satuan Reserse Narkoba Polres Purbalingga berhasil mengamankan sekitar 10.500 butir pil Heximer dan 27 butir Alprazolam, dari tangan dua wanita pengedar.

Masing-masing bernama Albariyati (28) Warga Karangcengis Purbalingga dan Haning Rahayu R (20) asal Arcawinangun Purwokerto.Dari hasil pengembangan, polisi berhasil menangkap empat tersangka lain yang terlibt dalam penjualan obat-obatan tersebut.

Empat tersangka lainnya yakni Arif Yulianto (24), Sendy Yendra (20) dan Hanif Syahraeni (21). Mereka merupakan jaringan dari Haning Rahayu. Sedangkan satu tersangka yakni Agung Pambudi warga Sokaraja, Banyumas, merupakan pemasok barang kepada Albariyati. Selain ribuan butir obat, polisi juga mengamankan barang bukti lain yakni uang dan handphone.

“Dari tersangka Haning dan temannya diamankan 10.243 butir pil Heximer dan 27 butir Alprazolam. Dari Albariyati dan Agung Pambudi disita 508 butir,” kata Kabag Operasional Polres Purbalingga, Kompol Sigit Ari Wibowo, Jumat (18/10).

Diungkapkan, penangkapan berawal dari tertangkapnya Hanif di jalan Desa Bojanegara Kecamatan Padamara Purbalingga, Rabu (9/10) dini hari. Saat ditangkap Hanif mengantongi 19 psikotropika jenis Alprazolam dan 4 butir Heximer. Dari mulut Hanif, polisi mendapatkan identitas pemasoknya.

“Hasil pengembangan Arif Yulianto (24), Sendy Yendra (20) dan Haning Rahayu (20), ketiganya warga Purwokerto. Masing-masing ditangkap dirumahnya,” kata Sigit Ari didampingi Kasat Narkoba AKP I Dewa Gede Ditya.

Sedangkan tersangka Albariyati, diatangkap sehari sebelumnya, Selasa (8/10) siang. Dia ditangkap di rumahnya, yang beralamat Desa Kutawis Bukateja Purbalingga.  Polisi menemukan 50 paket berisi masing-masing 10 butir pil berwarna kuning, dan satu paket berisi 8 butir pil yang sama. Polisi juga menemukan satu toples kosong obat jenis Heximer.“Sebelumnya ada laporan warga yang menyebutkan rumah itu kerap dikunjungi orang asing. Warga curiga ada transaksi narkoba disana,” ujar Ari Sigit.

Hasil keterangan Albariyanti, barang tersabut didapat dari Agung Pambudi, asal Sokaraja. Polisi langsung bergerak dan berhasil mengamankan Agung di Sokaraja. 

Semua tersangka dijerat dengan pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 Juta.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt