Pembongkaran Stadion Kridosono Blora Rampung


Pekerjaan pembersihan pagar besi keliling pembatas penonton dengan pemain, dan tembok keliling stadion yang direhab total di era Bupati H. Basuki Widodo (alm). Foto : Wws/Wahono

BLORA,WAWASANCO- Pekerjaan perobohan (penggempuran) tembok dan pagar besi keliling Stadion Kridosono, Blora, telah rampung. Meksi Demikian, Minggu (20/10/2019), alat berat jenis backhoe dan sejumlah pekerja masih aktif di lapangan.

Tugas pekerjaan Backhoe, adalah untuk membesihkan bongkahan bekas tembok dan tiang-tiang beton, merapikan keliling stadion yang kini masih tampak porak poranda.

Usai menggempur pagar tembok, alat berat jenis backhoe bertugas melakukan pekerjaan mengais dan mengumpulkan pecahan-pecahan tembok untuk dikumpulkan dalam beberapa titik sebelum material bekas itu dibersihkan.

“Sekarang jadi tampak luas dan terbuka, tapi Blora tidak lagi punya stadion,” ungkap Supriyadi (54), salah satu dari kerumunan warga yang datang menyaksikan pembongkaran tembok dari pinggir timur eks Stadion Kridosono.

Pantauan di Stadion Kridosono, kota sate, melihat backhoe telah mengakhiri tugasnya dengan merobohkan tembok terakhnir di sisi selatan (utara gedung SMK Negeri 2) dari tengah hingga ujung timur.

Tembok paling akhir yang dirobohkan pada Sabtu siang kearin, berada sudut selatan sisi timur, selanjutnya backhoe tampak mondar-mandir mengumpulkan bongkahan-bongkahan eks tembok stadion, dan potonggan tiang beton.Saat ini dilakukan pembersihan bekas material tembok, dan besok dilanjutkan penataan keliling,” jelas salah satu pekerja.

 

Dua Tribun

 

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) setempat, H. Slamet Pamudji, kembalia menjelaskan bahwa dua tribun, yakni tribun utama sisi barat dan tribun timur tetap dipertahankan.

 

Sabtu malam Minggu kemairn, sekelompok pemuda dan remaja berkumpul di eks Stadion Kridonso menggelar aksi penyalaan 1.000 lilin, sebagai bentuk protes pembongkaran tembok stadion sepak bola satu-satunya di Blora,.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabupaten Blora kini tidak lagi memiliki fasilitas stadion sepak bola standar PSSI, setelah stadion satu-satunya di kabupaten paling timur di Jateng tinggal kenangan.

 

“Harusnya ya membangun dulu, baru digempur, ini aneh juga,” tandas Seno Margo Utamo, aktivis pemerhati sosial dan olahraga di Blora.

 

Menurutnya, dengan dirobohkannya tembok dan pagar pembatas pemain dengan penonton, jadilah Blora satu-satunya kabupaten/kota di Jateng bahkan di Pulau Jawa yang tidak memiliki stadion olahraga sepakbola.

 

Tejo Prabowo, mantan pemain sepak bola dan aktivis olahraga di Blora, mengaku sedih dengan digempurnya fasilitas stadion Kridosono, karena daerahnya tidak lagi memiliki stadion kebanggaan masyarakat.

 

“Harusnya dibangun dulu baru dibongkar. Fair saja saya sedih melihatnya, karena penggempuran ini ini tanpa planing yang jelas,” ungkapnya.

 

Dijelaskan Kepala Dinporabudpar Blora, tujuan penggempuran pagar dan tembok keliling stadion, nantinya tetepa difungsikan untuk kepetingan publik yang lebih luas, jadi taman terbuka hijau (RTH), dan masih bisa untuk olahraga.

 

Dijelaskan, tribun barat dan tribun timur, tetap dipertahankan berdiri. Setelah tembok dan pagar besi keliling roboh akan ditata. Selain itu, besok akan dibangun trotoar ramah difabel di sisi barat, dan timur.

 

“Kridosono masih bisa untuk sepak bola SSB, dan Pemkab akan membangun stadion baru lebih representatif, rencana pada tahun anggaran 2021,” tandas Kepala Dinporabudpar, H. Slamet Pamudji, SH, MH

Penulis : wah
Editor   : jks