Petani dan Buruh Tembakau Mengadu Ke DPR


Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR Fathan Subhi bersama anggotanya Daniel Johan dan Nur Nadlifah di DPR, senin (28/10/2019) terima petani dan birih tembakau dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTB.

JAKARTA, WAWASANCO-Sejumlah petani dan buruh industri tembakau dari Jawa Tengah,  Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tergabung dalam Koalisi Tembakau adukan nasibnya ke Fraksi Partai Kebagkitan Bangsa (FPKB) DPR. Mereka menolak kenaikan cukai rokok karena dapat mengancam mata pencaharian yang selama ini digelutinya.

''Ada sekitar 1,6 juta petani cengkeh,  2,3 juta petani tembakau,  350 ribu buruh pengolahan dan 2,9 pedagang eceran. Nasib mereka terancam terpuruk akibat keluarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 152 tahun 2019 tentang cukai rokok, ''kata Dita Indah Sari,  Koordinator Koalisi Tembakau saat diterima Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR Fathan Subhi bersama anggotanya Daniel Johan dan Nur Nadlifah di DPR,  senin (28/10)

Para petani dan buruh tembakau itu berasal dari Temanggung,  Grobogan,  Boyolali,  Magelang,  Semarang,  Kudus,  Pasuruan, Kediri,  Madura,  Malang dan Nusa Tenggara Barat. 

Menurut Dita,  dampak kenaikan cukai rokok sudah pasti akan mengurangi serapan tembau petani,  karena pabrik akan mengurabi produksi akibat harga jual rokok naik.  Harga jual tembakau dari petani juga akan merosot akibat pasokan yang melimpah.

Bukan cuma itu,  petani cengkeh juga akan jadi korban.  Bahkan akan terjadi PHK besar-besaran buruh pabrik rokok. Menurut Asosiasi Masyarakat Tembakau  setiap kenaikan 5 persen cukai diperkirakan 7000 buruh yang di PHK.

''Pedagang eceran juga akan kena dampaknya karena pendapatannya akan menurun karena jualan  rokoknya berkurang, ''kata Dita Indah Sari.

Kepada Fraksi PKB,  petani tembakau dari Grobogan dan Magelang mengaku kenaikan cukai rokok itu menyakitkan hati. Sebab pabrik rokok akan mengurangi pembelian tembakau dan harga jual juga akan merosot.

''Saat ini kami sedih dan menangis. Mata pencarian saya sebagai petani tembakau akan berakhir.  Padahal inilah satu-satunya mata pencarian untuk keluarga saya, ''katanya.

Karena para petani dan buruh tembakau itu menuntut agar peraturan pemerintah itu dicabut atau mengurangi kenaikan dan memperhatikan nasib petani dan burih tembakau.

Pemerintah melalui Menteri keuangan mengeluarkan PMK menaikan cukai rokok bervariasi.  Rokok putih mesin naik 29, 95 persen,  rokok kretek mesin  23,29 persen dan rokok kretek tangan 12 persen.

Penulis : ak
Editor   : jks