KUDUS - Sebanyak 23 pasien sumbing bibir dan langit-langit, akhirnya berhasil menjalani operasi penyempurnaan yang dilakukan di RS Aisyiyah Kudus, Sabtu (7/10), secara gratis.
Kegiatan yang diselenggarakan kerja sama antara Djarum Foundation, Permata Sari Foundation dan RS Aisyiyah ini, merupakan rangkaian kegiatan sosial yang kedua, setelah pada 8 April lalu, juga diselenggaran kegiatan serupa.
Dari sejumlah 34 pendaftar, setelah dilakukan pemeriksaan awal atau screening, akhirnya hanya ada 23 pasien yang layak dioperasi oleh empat dokter spesialis bedah plastik. Beberapa pasien yang gagal operasi, di antaranya karena kondisi fisiknya yang dianggap kurang memadai, seperti adanya cacat ganda, kondisi jantung lemah, dan berat badan pasiennya kurang mencukupi.
''Rata-rata pasien yang dioperasi memang kami khususkan untuk bayi atau anak-anak. Tetapi tidak menutup kemungkinan, orang dewasa atau orang tua akan kami operasi juga. Bila operasinya masih bayi, secara ingatan setelah usia dewasa, pasien tidak ingat lagi pernah punya bibir sumbing. Namun kalau pasien sudah besar, secara psikologis mereka akan malu,'' terang
Ketua Permata Sari Foundation, Endang Sri Sarastri, dalam keterangannya, sebelum pelaksanaan operasi
Menurut dia, bibir sumbing merupakan sebuah kondisi cacat khusus, yang menyebabkan ketidaksempurnaan pada struktur bibir atau bagian langit-langit mulut. Akibat kondisi ini, biasanya penampilan wajah dan fungsi bibirnya terganggu, terutama dalam hal suara. Gangguan ini membuat penderita mudah rendah diri dan tidak mau bergaul.
''Faktor utama penderita penderita ini adalah, bayi dalam kandungan kekurangan gizi dalam tiga bulan pertama. Akibat kurangnya asupan gizi pada ibu yang mengandung, membuat bayi mengalami kecacatan, salah satunya sumbing bibir dan langit-langit,'' tambah Endang.
Sementara itu, Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji menyatakan, rata-rata pasien yang dioperasi kali ini, datang dari kalangan keluarga kurang mampu, sehingga sulit untuk melakukan operasi dengan biaya sendiri.
Diungkapkan dia, pada penyelenggaraan awal medio April lalu, ada peningkatan 100 persen bila dibandingkan dengan pelaksanaannya kali ini. Pada April lalu, dari 20 pendaftar hanya 11 yang dioperasi. Dan untuk kali ini, dari 34 pendaftar ada 23 pasien yang dioperasi.
“Kami ingin dengan selesainya kegiatan ini, bisa mengembalikan senyum ceria dari para penderita sumbing bibir dan langit-langit, sehingga nantinya mereka dapat lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan,” ujar Supanji.
Sedangkan Direktur RS Aisyiyah, dr H Hilal Ariadi MKes menyatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan semacam ini. Dia mengungkapkan, kegiatan ini sudah sesuai misi RS, yang juga mempunyai tanggung jawab sosial, dan tidak semata-mata mengejar keuntungan.
''Kami sangat mendukung dan mengapresiasi Djarum Foundation, yang telah memberikan sumbangsih sosial berupa pelaksanaan operasi bibir sumbing bagi keluarga yang tak mampu secara gratis,'' papar dia.
Penulis :
Editor : awl