Sambut Hari Pahlawan, Monumen Soedirman Dibersihkan


Personel TNI, Polisi bersama pelajar melakukan bakti sosial dengan memberikan kawasan Museum Tempat Lahir (MTL) Jenderal Besar Soedirman di Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang, Purbalingga, Rabu (6/11). (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO-Menyambut Peringatan Hari Pahlawan, Jajaran Korem 071 Wijayakusuma bersama Kodim 0702 Purbalingga melakukan acara Bhakti TNI. Salah satu kegiatannya adalah dengan melakukan bakti sosial dengan membersihkan Monumen Tempat Lahir (MTL) Panglima  Besar Jenderal Soedirman di Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang, Purbalingga.

“Kegiatan ini selain melibatkan jajaran TNI dan Polri juga melibatkan masyarakat sekitar dan juga para pelajar,” kata Dandim 0702 Purbalingga Letkol Inf Yudhi Novrizal didampingi Kapenrem Korem 071 Wijayakusuma Mayor Inf Hendro Gunawan, di sela-sela acara bakti sosial, Rabu (6/11).

Dandim menjelaskan kegiatan Bakti TNI dilaksanakan secara serentak di 18 kecamatan di Kabupaten Purbalingga.  Termasuk di MTL Soedirman dan di Museum  Usman Janatin yang ada di Desa Jatisaba Kecamatan Purbalingga. “Tujuannya bukan sekedar melaksanakan acara bakti sosial tetapi juga untuk lebih mengenal tempat monumental dimana sejarah perjuangan pahlawan kemerdekaan dimulai,’ ungkapnya.

Pengelola MTL Soedirman, Eko Susilo menjelaskan  museum tersebut dibangun pada tahun 1976 dan diresmikan pada 21 Maret 1977.  “Memang banyak yang belum tahu dimana tempat kelahiran Soedirman. Ada yang beranggapan beliau lahir di Yogyakarta. Karena memang saat ini beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara,” paparnya.

Namun sebenarnya Soedirman lahir di Purbalingga.  Soedirman sesuai dengan referensi sejarah menurutnya merupakan putra dari pasangan  Karsid Kartowirjo dan Siyem Museum tersebut jaraknya sekitar 25 kilometer dari pusat kota Purbalingga. “Di museum ini terdapat dua bangunan utama yaitu perpustakaan dan rumah tempat Soedirman lahir,” jelasnya.

Di depan jalan masuk menuju monument terdapat kendaraan perang. Selain dua bangunan utama juga terdapat masjid dan ruang serbaguna. Museum tersebut merupakan obyek wisata yang jadi andalan bagi Purbalingga. Walau letaknya jauh dari pusat kota namun setiap hari selalu ada pengunjung yang datang. “Kebanyakan pelajar dan mahasiswa yang ingin mengenal lebih dekat tentang Jenderal Soedirman,’ ungkapnya.

 

Disampaikan juga, di perpustakaan yang ada di kompleks museum, pengunjung bisa melihat rekam jejak perjalanan perjuangan Jenderal Soedirman. Di sana terdapat sejumlah buku yang memuat sejarah dan perjalanan hidup sang jenderal.  Termasuk surat pribadi Presiden Soekarno kepada Jenderal Soedirman ada di perpustakaan tersebut. “Buku yang ada di sini memang tidak banyak. Namun paling tidak bisa memberikan referensi tentang perjuangan Soedirman,” lanjutnya.

Mengenai rumah kelahiran Soedirman saat ini memang sebagian besar sudah direhab. Berada di tengah-tengah lokasi museum, rumah tersebut tetap dipertahankan keasliannya. Termasuk mengenai posisi dan bentuk rumah. Rumah tersebut merupakan rumah khas Jawa yaitu berbentuk joglo. “Di museum ini juga terdapat diorama kehidupan Soedirman,” katanya lagi.

Menurutnya  museum tersebut merupakan wahana untuk mengenang jasa perjuangan Soedirman. Pemkab Purbalingga sendiri  terus berupaya merawat museum tersebut. “Karena dari sini jejak perjuangan Soedirman bisa diketahui,’ imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt