MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang akan terus mengembangkan padi varietas baru yakni Aromatik Unsoed -1 di sejumlah
lahan persawahan yang ada di Kota Magelang.
“Saat ini padi varietas Aromatik Unsoed -1 yang ditemukan oleh Totok Agung, guru bear Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto tersebut telah diuji coba ditanam di lahan sawah yang ada di Kampung Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kampung Sanden, Kecamatan Magelang Utara dan Kampung Kiringan, Kecamatan Magelang Selatan,” Solikun, Kepala Seksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Pemerintah Kota Magelang di sela-sela
acara panen raya padi varietas Aromatik – Unsoed 1, di Kampung Kiringan, KelurahanTidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Sabtu ( 7/10).
Solikun mengatakan, luas areal sawah yang telah ditanami padi yang ditemukan Totok Agung yang juga “putra daerah” Magelang tersebut, seluas 16 hektar. Yakni, di Kampung Cacaban , Kecamatan Magelang Tengah dan Kampung Sanden, Kecamatan Magelang Utara, masing-masing seluas lima hektare. Sedangkan yang ditanam di Kampung Kiringan tersebut seluas enam hektar.
Totok Agung, sang penemu varietas padi tersebut mengatakan, padi varietas Aromatik- Unsoed -1 tersebut merupakan persilangan antara padi gogo rancah dengan menthik wangi. Menurutnya, kelebihan dari varietas padi tersebut yakni cocok ditanam di lahan kering atau tanpa irigasi.
“Varietas ini tahan terhadap penyakit blas dan relatif tahan terhadap
serangan wereng batang cokelat. Selain itu, nasinya pulen dengan aroma
wangi,” kata Totok yang juga pengajar mata kuliah pemuliaan tanaman
Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto.
Ia menambahkan, arietas padi tersebut bisa menghasilkan panenan yang lebih optimal jika pengolahannya di sawah dengan pengurangan air dan pupuk. Namun, dirinya juga mengakui terdapat kekurangan dari varietas padi tersebut, yakni batang padi yang menjulang lebih tinggi tersebut akan mudah roboh bila diterjang angin.
Menurutnya, varietas padi tersebut sebenarnya sudah mulai dikenalkan kepada para petani di beberapa wilayah di Indonesia sejak 2012 lalu. Seperti, Purbalingga, Cilacap, Purworejo (Jateng), Sukabumi (Jawa Barat), Minahasa Selatan (Sulawesi Utara), Halmahera dan Tidore (Maluku Utara), Banyuasin (Sumatera Selatan), Dharmasraya (Sumatera Barat), Merauke dan Pegunungan Bintang (Papua), Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Bali.
"Setidaknya varietas padi ini sudah menjangkau di 21 provinsi di Indonesia, masih terus diperkenalkan kepada petani. Minat petani untuk menanamnya cukup bagus karena padi unggul," ujar Totok Agung, alumni SMA Negeri 1 Kota Magelang ini.
Sementara itu, Walikota MagelangSigit Widyonindito menyambut positif hasil panenan padi varietas tersebut oleh petani setempat. Ia berharap, para petani di Kota Magelang bisa memaksimalkan lahan yang sempit di Kota Magelang dengan memanfaatkan bibit yang unggul, sehingga bisa meningkatkan produksi padi, meskipun lahan persawahan di Kota Magelang semakin sempit.
“Diharapkan dengan penggunaan bibit unggul tersebut dan memaksimalkan lahan pertanian yang ada di Kota Magelang, bisa menjadi penyangga pangan secara regional dan nasional," ujarnya.