Tuntut Penutupan Karaoke, Warga Demo


Unjuk rasa warga Botorejo Wonosalam di depan gerbang Kantor Bupati Demak, yang mendesak pemerintah daerah menutup tempat-tempat karaoke yang kembali beroperasi setelah disegel Tim Yustisi. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO- Ratusan warga Botorejo menggeruduk Pendapa dan DPRD Demak, Kamis (7/11). Mereka menuntut tempat-tempat karaoke yang telah disegel namun dibuka kembali para pemiliknya benar-benar ditutup dan dilarang operasional.

Seorang perwakilan warga, H Muntaqo menyampaikan, pemerintah mestinya bertindak tegas. Terlebih sudah ada Perda Nomor 11/2018 yang mengatur tentang larangan beroperasionalnya tempat hiburan termasuk karaoke.

"Perdanya sudah ada dan bahkan sudah dilakukan penyegelan. Tapi pada saat mereka beroperasional kembali, mestinya konsekunsi hukumnya yang ada diberlakukan," ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya. Ketika ada yang merusak segel yang dipasang Satpol PP berdasar pada perda, mestinya ada tindakan tegas dari pihak pemerintah atau pun aparat kepolisian.

Mengenai desakan massa atas penutupan tempat-tempat karaoke secara permanen, Asisten 1 Sekda Demak H AN Wahyudi mengatakan, segera  ditindaklanjuti. Tentunya dengan berkoordinasi instansi terkait untuk penindakan hukum secara tegas.

Pada saat sama Bupati  HM Natsir pun berkomitmen  terhadap penutupan tempat-tempat karaoke. "Sudah menjadi komitmen pemerintah daerah terhadap penertiban usaha hiburan termasuk tempat karaoke. Namun itu semua butuh proses dan tahapan sesuai prosedur," tandas bupati. 

Sementara audiensi perwakilan warga berlangsung dengan Bupati HM Natsir di Pendapa, orasi para pengunjuk rasa pun berlangsung di depan gerbang Kantor Bupati Demak. Dalam pengawalan ketat personel gabubgan fungsi Polres Demak di bawah pimpinan Kapolres AKBP Arief Bahtiar, mereka menyuarakan kekecewaan terhadap banyaknya kembali tempat karaoke yang operasional.

Penulis : ssj
Editor   : jks