Bamsoet Diminta Tetap Maju Sebagai Ketua Golkar


Sejumlah pengurus DPD Golkar, pinpinan organisasi sayap Golkar desak Bamsoet maju sebagai caketum di Munas Golkar Drsember nanti.

JAKARTA, WAWASANCO-Bursa calon ketua umum Partai Golkar kembali memanas setelah sejumlah DPD dan pimpinan organisasi sayap dan Ormas pendiri Golkar meminta Bambang Soesatyo tetap maju sebagai calon ketua umum partai berlambang pohon beringin itu dalam Munasnya pada Awal Desember 2019 ini.

Menurut Ketua Tim Sukses Bambang Soesatyo, Ahmadi Nur Supit,  dirinya sudah berdiskusi dengan lebih dari separuh Pimpinan DPD Provinsi, DPD Kabupaten/Kota, Pimpinan Organisasi Pendiri, Organisasi yang didirikan, Organisasi Sayap, para Senior dan Pinisepuh Partai GOLKAR.

''Hasilnya, kami minta Bambang Soesatyo untuk maju dalam Munas X mendatang sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar 2019 – 2024,'kata Ahmadi Nur Supit kepada wartawan di Jakarta,  Kamis (7/11)

Alasan Airlangga sebagai Ketum Golkatr harus diganti menurut Supit karena tergerusnya kapasitas electoral Partai Golkar. Pasca refornasi hanya di bawah kepemimpinan Airlangga perolehan kursi Golkar di DPR paling buruk. Bahkan dari perolehan suara Golkar menempati urutan ketiga setelag Gerindra.

Karenanya Supit yang mengaku didukung sebagian besar pimpinan DPD,  minta Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet untuk merebut Golkar 1.

Apalagi posisi Bamsoet sekarang adalah ketua MPR yang terpilih secara aklamasi menandai posisi tawar politik yang kuat dalam konstelasi politik nasional :

Supit dan pendukungnya minta Airlangga sebagai Menko Perekonomian di Kabinet lebih baik mengurusi ekonomi negeri ini saja. ''Fokus saja mengurusi ekonomi agar Indonesia menjadi negeri yang maju,'katanya.

Pada bagian lain Supit minta  Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengintervensi pemilihan calon ketua umum (ketum) Partai Golkar dalam Munas Desember 2019.

Ahmadi menilai pernyataan Presiden Jokowi dalam HUT ke-55 Golkar yang bernada mendukung pencalonan Airlangga Hartarto dalam Munas Golkar sebagai hal biasa.

“Di internal Golkar kami anggap itu biasa. Di internal Golkar, aturan Partai Golkar yang berlaku,” kata Supit.

Sebelumnya saat menghadiri perayaan HUT ke-55 Golkar di Jakarta, Rabu (7/11), Presiden Jokowi meyakini Golkar akan terus melejit karena Ketua Umumnya top. Supit mengatakan, jika ada pihak di luar Golkar yang menilai pernyataan Presiden itu sebagai bentuk dukungan terhadap Airlangga, hal itu tidak ada masalah.

Namun Supit menekankan secara struktural politik pernyataan itu tidak dapat mengintervensi internal Golkar.
Dia takin, pernyataan Presiden tidak dimaksudkan untuk melakukan intervensi.Yang pasti secara struktur politik, itu tidak bisa mengintervensi partai, karena Pesiden bukan anggota Partai Golkar. Kami juga yakin Presiden tidak bermaksud ingin mengintervensi, apalagi sekaliber Golkar.

Penulis : ak
Editor   : jks