Wakil Gubernur Jawa Tengah H Heru Sudjatmoko berkunjung ke Blora, memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan, dan menyerahkan sejumlah bantuan. Foto : Humas
BLORA – Warga miskin di Kabupaten Blora masih tergolong tinggi. Diungkapkan Bupati H Djoko Nugroho, tingkat kemiskinan di daerahnya menempati peringkat ke-21 dari 35 kabupaten/kota se-Jateng, angkanya setara 13 persen atau 113 ribu jiwa dari total penduduk 985.978 jiwa.
Kondisi kemiskinman itu dibeber, saat Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Heru Sudjatmoko berkunjung ke Blora, sekaligus memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan, baru-baru ini.
Wagub yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Jateng, melontarkan sejumlah program kerja untuk ngroyok kemiskinan itu, dengan menekankan program bantuan sosial (bansos) harus benar-benar untuk warga tidak mampu.
Dalam kesempatan itu, Bupati Djoko Nugroho menyatakan melaksanakan program untuk ngroyok kemiskinan di Blora, dan menekan kan bansos harus diberikan kepada warga miskin yang jumlahnya 113 ribu jiwa tadi.
“Jika tidak diberikan kepada warga miskin, berarti sama dengan pidana, karena tidak diberikan kepada yang berhak,” tandasnya di hadapan Wagub Jateng, para kepala organisasi perangkat daerah, para camat, dan undangan lainnya di pendapa rumah dinas bupati setempat.
Upaya penanggulangan kemiskinan, lanjutnya, antara lain dengan percepatan pemenuhan infrastruktur dasar seperti pembangunan rumah tidak layak huni, dan listrik masuk desa.
Semua Pihak
Selain itu, mendesak adalah pembangunan infrastruktur jalan desa hutan, dan penanganan dengan baik pemberian dana bantuan operasion sekolah (BOS) SD hingga SMP sederajat, Jamkesda, pelaksanaan TMMD hingga bansos untuk lansia miskin. “Kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga dunia usaha,” tandas Djoko Nugroho.
Menanggapi paparan Bupati, Wagub Heru Sudjatmoko mengapresiasi tekad Pemerintah Kabupaten Blora dalam hal pengentasan warga miskin, antara lalin dimulainya pembangunan jalan desa hutan, dan listrik masuk desa. Dunia usaha juga harus peduli terhadap kemiskinan di Jateng.
“Pengprov juga mendukung tanggung jawab sosial perusahaan daerah, negara, dan swasta dalam program CSR,” kata Heru..
Selain itu, Pemprov juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Blora relatif tinggi, dan inflasi rendah, jalan provinsi juga sudah bagus, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
Miskin, katanya, tidak terlepas dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan agar maju. Miskin, disebabkan faktor lingkungan yang tidak memadai, bisa lingkungan keluarga atau sosial.
Penulis :
Editor :