Festival Kopi Raih Omzet Rp 100 Juta

  • Diserbu Pengunjung

Pegiat kopi sedang meracik kopi di Festival Kopi Purbalingga. Kegiatan tersebut mampu meraup omzet Rp 100 Juta dalam tiga hari penyelenggaraan. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO-Festival Kopi yang digelar di kompleks GOR Gontoer Darjono mulai Jumat (8/11) hingga Minggu (10/11) mampu meraup omzet Rp 100 Juta. Perhelatan yang digelar untuk kedua kalinya tersebut diserbu ribuan pengunjung. "Selama  penyelenggaraan ada sekitar 20 ribu cup kopi yang diseduh," ujar Panitia kegiatan Gunanto Eko Saputro, Senin (11/11).

Gunanto menyebutkan ada perputaran ekonomi yang luar biasa dari gelaran tersebut. "Omset lebih dari 100 juta selama tiga hari penyelenggaraan dari penjualan seduhan kopi saja, belum dari penjualan kopi kemasan dan kuliner," ujarnya.

Festival Kopi Purbalingga diikuti oleh sekitar 30 pegiat kopi dari hulu ke hilir. Ada petani, roastery juga kedai / cafe / warung kopi yang semuanya menyajikan kopi lokal Purbalingga. Selain itu, ada stand kuliner dari UMKM Purbalingga yang menyediakan camilan pendamping kopi.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyatakan mendukung penuh kegiatan tersebut. Bupati yang hadir langsung dalam pembukaan acara juga berencana akan membuat kebijakan. menyatakan akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengharuskan menggunakan kopi Purbalingga. 

"Dalam rangka mendukung kopi Purbalingga untuk kembali bangkit berjaya. Maka nanti saya akan membuat Surat Edaran, khususnya kepada para pimpinan OPD, jadi panjenengan ini ketika akan minum kopi harus menggunakan kopi Purbalingga," kata Bupati.

Tiwi  mengajak untuk para instansi-instansi pemerintah wajib menggunakan produk kopi yang ditanam, diolah dan diproduksi oleh para pelaku kopi dari Purbalingga. Daripada menggunakan produk kopi sachet ternama lain.

Ia menyebut, Kopi Purbalingga telah memiliki banyak varian khas hampir di masing-masing kecamatan. "Apalagi kemasan/packagingnya juga sudah sangat menarik. Saya optimis suatu saat nanti kopi kita pasti bisa go internasional, dan mendapatkan tempat di hati para pecinta kopi," katanya.

Bupati berhrap festival ini bisa menjadi salah satu ajang untuk mempromosikan potensi Purbalingga melalui event pariwisata (festival). Olehnya, ia mengajak agar seluruh elemen untuk bareng sengkuyung mengembalikan kejayaan kopi Purbalingga.

Ketua Komunitas Ruang Kopi Purbalingga, Azhari Kimiawan mengatakan festival ini sebagai pertanda kebangkitan kembali kejayaan kopi di Purbalingga. Sebab jika menelisik masa lalu, Purbalingga pernah menjadi penyumbang kopi terbesar di Karesidenan Banyumas. "Lambat laun pesona kopi kita turun sangat lama, hingga trend kopi dunia sampai ke Purbalingga, 2-3 tahun belakangan kembali bangkit, ditandai dengan munculnya jumlah pelaku kopi signifikan. Tahun 2016 ada 6, tahun 2017 ada 12, 2018 ada 28 dan terakhir ini ada 42 kedai kopi di kota Purbalingga," imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt