Kejaksaan Bantah Simpan SID E-Voting Pilkades Brebes


Sejumlah elemen masyarakat mendatangi Kantor Kejari Brebes untuk menanyakan alat SID e-Voting Pilkades dan diterima Staf Intel Kejaksaan setempat, Aenurrohman SH, Selasa (12/11). Foto. Eko Saputro

BREBES, WAWASANCO  - Sejumlah elemen masyarakat mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, sekitar pukul 12.30, Selasa (12/11) siang. Kedatangan mereka di kantor kejaksaan setempat dalam rangka menanyakan alat Sistem Informasi Desa (SID) e-Voting pemilihan kepala desa (Pilkades) yang informasinya sudah tiba di Brebes. 

Elemen masyarakat yang  mengatasnamakan LSM Lembaga Analisa Pencegahan Publikasi Anggaran dan Sistem  Republik Indonesia (LAPPAS-RI) serta sejumlah lembaga lainnya saat tiba di Kejari Brebes ditemui oleh Staf Intel Kejaksaan  setempat,  Aenurrohman SH di ruang konsultasi.

Sekretaris LAPPAS RI, Dedy Rohman menjelaskan, maksud  kedatangannya bersama dengan rekan-rekan aktifis masyarakat lainnya guna mengecek dan memastikan keberadaan alat SID e-Voting Pilkades yang telah dipesan dari pihak vendor.

"Saya mendapat kabar dari Plt Kabag Pemdes Setda Brebes, Bapak Laode Vindar Aris AP MSi kalau barang tersebut (SID-red) sudah datang dan disimpan di kejaksaan," lanjutnya. 

Untuk itu, papar Dedy, untuk memastikan alat tersebut benar adanya dirinya bersama dengan rekan aktifis lainnya sengaja datang ke kejaksaan untuk bisa melihat alat tersebut. 

Menanggapi pertanyaan dari aktifis masyarakat, Staf Intel Kejaksaan Negeri Brebes Aenurrohman SH menandaskan, terkait  dengan alat SID e-Voting Pilkades itu merupakan ranahnya Pemkab Brebes.

Sehingga, tukas Aenurrohman,  kejaksaan tidak tahu-menahu terhadap keberadaan alat tersebut. 

"Kalau ada yang mengatakan alat SID disimpan di sini (Kejaksaan), saya jawab tidak ada. Karena memang alat itu tidak ada di sini," tegasnya. 

Aenurrohman mengemukakan, apa yang menjadi tugas kejaksaan dalam hal ini TP4D hanya sebatas pengawasan. Sehingga, pihaknya tidak mengetahui siapa vendor dalam pengadaan alat SID dan penempatannya.

 "Kami juga tidak tahu siapa vendor pengadaan SID e-Voting untuk Pilkades serentak tahap dua di Kabupaten Brebes ini," tuturnya.

Aenurrohman juga mengaku senang bisa bertemu dengan aktifis masyarakat yang sudah mau untuk konfirmasi terhadap persoalan yang ditanyakan ke.kejaksaan tesebut.

Sebelumnya, Plt Kabag  Pemdes Setda Brebes, Laode Aris Vindar AP MSi saat ditemui di sela-sela Sosialisasi Pembekalan Panitia Pilkades Gelombang  II Tahun 2019 dan Simulasi Pilkades E-Voting di Islamic Center, Jalan Yos Sudarso Brebes, Senin (12/11) menjelaskan,  penetapan oleh bupati untuk dilaksanakan pilkades dengan sistem e-Voting sudah jelas. 

"Untuk alat SID e-Voting sendiri sudah diperiksa langsung oleh TP4D yang dipimpin Ketua TP4D Kejari BreBes bersama dengan jajarannya. Dari hasil pemeriksaan itu, keadaan barang masih lengkap dan bersegel. Giat pemeriksaan itu juga sudah dituangkan dalam berita acara," imbuhnya.

Laode yang juga Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan  membeberkan, dirinya mendampingi langsung Ketua TP4D,  dan pihaknya memastikan  alat tersebut dalam kondisi baru, dan dalam kondisi terbungkus kardus serta bersegel.

Dalam sosialisasi kali ini, kata Laode, pihaknya juga telah menunjukkan alat SID e-Voting yang sudah di setting kepada perangkat desa dan undangan yang hadir. 

"Saya pastikan  alat tersebut steril, dalam artian tidak terdapat alat lain yang bisa mengganggu perolehan suara. Nantinya,   seluruh saksi akan diberi kesempatan untuk menyaksikan proses pembukaan perangkat e-Voting sebelum berlangsungnya pemungutan suara di tiap-tiap desa," pungkas Laode.

 

 

 

Penulis : ero
Editor   : edt