Pengurus DPD II Tolak Calon Tunggal di Munas Golkar


Para pengurus DPD II golkat yang juga pendukung Bambanh Soesatyo menolak calon tunggal alias aklamasi dalam Munas Golkar

JAKARTA, WAWASANCO- Sejumlah pengurus DPD II partai Golkar nyatakan menolak calon tunggal atau aklamasi dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dalam Munas yang akan digelar Desember 2019 nanti.

''Calon tunggal atau Aklamasi jelas  merusak ruang demokrasi di Partai Golkar ini, ''kata Ketua DPD Partai Golkar Aceh Teuku Mudasir di Jakarta,  Jumat (13/11)

Alasan penolakan aklamasi ini menurut Mudasir karena ada beberapa kader terbaik Golkar yang kami dengar akan tampil. Disamping Ketua Umum Pak Airlangga, ada Pak Bambang Soesatyo, Pak Indra Bambang Utoyo atau Pak Ridwan Hisyam.

''Mereka Ini kader-kader terbaik Golkar semuanya," ujar Mudasir

Karenanya, Mudasir meminta DPP Partai Golkar membuka ruang sebesar-besarnya kepada semua kader Partai Golkar untuk maju sebagai calon ketua umum. Karena, sesuai anggaran dasar/anggaran rumah tangga Partai Golkar, semua kader Partai Golkar berhak mencalonkan diri sebagai Ketum Partai Golkar.

Hal senada diungkapkan Ketua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga. Andi menegaskan pemilihan Ketum dalam Munas mendatang tidak akan berjalan aklamasi sesuai keinginan Airlangga Hartarto. Pasalnya, saat ini Bambang Soesatyo telah mengantongi dukungan suara sebanyak 383 dari 559 suara dalam Munas. 

"Bahkan, kalau kami peras lagi buang 50 kalau kemungkinan ada margin of error, kami masih optimis memenangkan 333 suara pemilih," tegas Andi.

Andi mengaku kubu Bamsoet juga memantau hasil perhitungan yang dilakukan kubu inkumben Airlangga Hartarto. Dari 34 DPD I Partai Golkar yang menyatakan mendukung Airlangga saat Rapimnas Partai Golkar kemarin malam, ada 7 DPD I yang tidak secara tegas mendukung Airlangga. 

"Versi kubu Airlangga mencatat ada 29 DPD I yang mendukung Ketum inkumben. Sedangkan sisanya disebut meminta membuka ruang terhadap adanya calon Ketum yang lain. Hal ini menunjukan bahwa para pengurus Partai Golkar tidak semuanya mendukung Airlangga," tandasnya

Penulis : ak
Editor   : jks