“Ngajak Kawin” Gadis Ingusan, Pegawai Toko Bangunan Dibekuk


Kabag Ops Polres Kabag Ops Polres Purbalingga Kompol Ari Sigit Wibowo bersama tersangka dan barang bukti kasus persetubuhan, Senin (18/11).

PURBALINGGA, WAWASANCO- Karena nekat  ‘ngajak kawin’ gadis tetangganya, Bg (18) warga Desa Patemon Kecamatan Bojongsari Purbalingga harus mendekam di tahanan Polres purbalingga. Sejak Rabu (13/11), pegawai sebuah toko bangunan itu ditangkap karena perbuatan bejatnya.“Tersangka menyetubuhi gadis tetangganya yang masih dibawah umur,” tutur Kabag Ops Polres Purbalingga Kompol Ari Sigit Wibowo dalam pres release di Mapolres, Senin (18/11)

Pertama dilakukan di sebuah lahan bambu tidak jauh dari pemakaman umum desa Patemon pada siang hari awal September 2019. Hanya berselang beberapa hari, pelaku kembali menyetubuhi korbannya tidak jauh dari lokasi bekas tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Desa Banjaran yang bertetangga dengan Desa Patemon.“Modus pelaku dengan mengajak korban diajak jalan-jalan mengendari sepeda motor. Sampai di TKP (Tempat kejadian perkara), pelaku mengatakan ‘Kawin, yuh!’,” ujar Ari Sigit.

Selanjutnya, pelaku melucuti pakaian korban hingga telanjang bulat. Dengan beralaskan semak-semak, korban ditelentangkan dan kemudian disetubuhi.

Kepada wartawan, tersangka mengaku tidak ada hubungan kekasih dengan korban. Pelaku hanya memanfaatkan keluguan bocah perempuan bongsor itu yang kendati sudah berusia 17 tahun masih duduk di SMP. Karena keluguannya, korban menurut saja ketika diajak ‘kawin’.

Diluar dugaan pelaku, korban yang dianggap lugu menceritakan pengalaman kawinnya kepada orang tuanya. Walhasil, orang tua korban yang tidak terima langsung melapor ke Polsek Bojongsari.

Berdasar laporan itu, anggota unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Purbalingga melakukan penyelidikan. Setelah mendapat keterangan dari sejumlah saksi, pada Rabu malam (13/11) polisi menjemput tersangka di rumahnya di Desa Patemon.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 81 ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak.“Ancamannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar,” imbuhnya.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt