Melarikan Diri, Spesialis Curanmor Didor


KBO Satresktrim Polres Wonosobo IPTU Wariyanto menunjukan barang bukti dan pelaku pencurian sepeda motor saat gelar perkara di Mapolres setempat, Senin (18/11). Foto : Muharno Zarka

WONOSOBO, WAWASANCO-Karena hendak melarikan diri, Candra (27), warga Trenggiling Sariyoso Wonosobo, seorang residivis spesialis pencurian sepeda motor (curanmor) terpaksa ditembak polisi di bagian telapak kaki kirinya, saat akan ditangkap.

Pelaku berhasil dicokok polisi saat hendak menjual barang curiannya di sebuah bengkel sepeda motor di Bumiroso Watumalang Wonosobo. Candra diketahui telah beberapa kali melakukan pencurian sepeda motor di berbagai tempat.

Selain melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Wonosobo, pelaku yang masih bersatus bujangan itu juga menggasak sasarannya di Banjarnegara. Berdasarkan catatan di kepolisian, dia telah empat kali mencuri sepeda motor di berbagai lokasi berbeda. 

KBO Reskrim Polres Wonosobo IPTU Wariyanto saat gelar perkara di Mapolres setempat, Senin (18/11), mengungkapkan modus yang digunakan pelaku yakni menyasar sepeda motor keluaran tahun lama yang mudah dibongkar tempat kuncinya dan cepat laku jual.

"Pelaku mencuri sepeda motor yang tidak dikunci stang lalu mendorong ke tempat sepi dan menyambungkan kabel mesin agar stater bisa dihidupkan. Setelah motor hidup lalu dibawa lari. Sebelum dijual motor dipreteli dulu bodi dan mesinnya," ungkap dia.

Saat akan menjual barang curiannya, Candra keburu dicokok polisi. Pelaku selanjutnya digelandang ke Mapolres Wonosobo untuk dimintai keterangan. Terakhir pelaku mencuri sepeda motor di Kampung Sirandu Pagerkukuh bersama teman perempuannya.

Candra yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan itu mengaku hasil curian rencananya akan digunakan untuk foya-foya dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun sebelum menikmati hasilnya, dia keburu ditangkap polisi.

"Perkara ini sedang dikembangkan karena pelaku dimungkinkan melakukan pencurian sepeda motor di tempat lain. Pelaku dijerat dengan UU KUHP Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan acaman hukuman maksimal 7 tahu pencara," katanya. 
 

Penulis : Muharno Z
Editor   : jks