Soal Amandemen UUD, Pemerintah dan Partai Politik Harus Kompak


Ketua Fraksi PPP MPR Arwani Thomafi berama Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena dan anggota Fraksi PKS MPR RI, Andi Akmal Pasludin bicara soal terwujud tidaknya amandemen UUD di Media Csnter DPR, Senin (18/11

JAKARTA, WAWASANCO-Perlu adanya kebersamaan dan kearifan politik jika Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)  akan melakukan amandemen terbatas terhadap Undang-undang Dasar 1945 terkait Pokok-pokok Haluan Negara. Kalau tidak maka tidak menutup kemungkinan akan menjadi bola liar.

''Potensi menjadi bola liar itu pasti ada. Namanya juga politik, kalau sudah masuk di gedung kura-kura (gedung paripurna DPR--red)  maka itu sudah menjadi politik  dan itu bisa kesana-kemari,''kata Arwani Thomafi Ketua Fraksi PPP MPR, dalam diskusi 'Mungkinkah Amandemen (Terbatas) Konstitusi Terwujud?” bersama Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena dan anggota Fraksi PKS MPR RI, Andi Akmal Pasludin di Media Csnter DPR,  Senin (18/11)

Bola liar itu tidak akan terjadi kalau ada kebersamaan politik dan komitmen dari   pemerinthah,  para ketua umum partai untuk berpegang teguh bahwa amandemen yang akan dilakukan tidak dibawa kesana kemari.

Kenapa amandemen terbatas ini bisa menjadi bola liar,  menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini karena masih ada kelemahan diantaranya belum matangnya materi dan belum adanya kesepakatan dari semua fraksi.

''Apalagi amandemen itu terbatas.  Yang namanya amandemen terbatas ya tidak ada aturannya. Seharusnya Amandemen ya amandemen,  mau satu atau dua atau tiga terserah nanti.  Ini lelemahannya, ''kata politisi partai berlbang Ka'bah ini.

Menurut Arwani tidak mudah melakukan perubahan UUD karena persyaratannya cukup berat. MIisalnya yang mengusulkan perubahan itu jumlahnya sepertiga dari jumlah anggota MPR ,   saat pembahasan harus dihadiri duapetiga anggota MPR dan ketika rapat persetujuan harus dihadiri lebih dari setengah anggota MPR.

''Itu yang membuat  amandemen itu rigid alias sulit dilakukan, ''katanya.

Namun menurut Arwani amandemen itu bisa lolos apabila materi yang diusulkan sudah matang dan meyakinkan dan kedua kompaknya pemerintah dan partai politik yang ada di parlemen untuk melakukan perubahan.

Hal senada juga diungkapkan andi Akmal pasludin dari Fraksi PKS MPR. Menurunya PKS akan mendukung wacana Amandemen dengan catatan,
pertama terbatas, kedua disetujui oleh semua parpol.

Supaya tidak jadi bola liar,  lanjut Andi,  harus ada MoU bahwa pembahasan tidak melebar kemana-mana. 

Penulis : ak
Editor   : jks