FOPI Semarang Gelar Kejurnas Petanque


LOMBA - Peserta saat mengikuti lomba Kejurnas Petanque 2019, yang digelar FOPI Kota Semarang, di area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), 23-24 November. foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO - Ratusan peserta ikut berkompetisi dalam ajang Kerjunas Petanque 2019, yang digelar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Semarang, di area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), 23-24 November.

"Ajang level nasional ini, hadir dengan dua kategori perlombaan yakni kategori double dengan 81 peserta, dan shooting yang diikuti 50 peserta. Mereka berasal dari perguruan tinggi, klub hingga atas nama daerah, " papar ketua panitia Buyung Kusuma Wardana, disela pembukaan.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menghadirkan juri level nasional dan daerah, sehingga diharapkan dapat memberikan penilaian yang fair dan sportif.

"Kita sebagai tuan rumah, mengirimkan lima tim untuk kategori double dan dua atlet untuk shooting. Sebenarnya tiga orang, namun sayang, satu atlet kita sakit sehingga tidak bisa ikut serta," tandasnya. 

Lebih jauh, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris FOPI Kota Semarang tersebut menyebutkan, ajang tersebut juga banyak dimanfaatkan untuk mengasah dan menguji kemampuan para atlet, dalam proses persiapan dalam Porprov 2022 mendatang. Termasuk menjadi proses regenerasi atlet.

"Tim FOPI Kota Semarang, cukup diperhitungkan. Targetnya, pada Porprov 2022 mendatang, setidaknya bisa mempertahankan prestasi sebelumnya.  Harapannya, kita bisa meraih 2 emas, 2 perak dan tiga perunggu,  dari 10 kategori yang dilombakan dalam Petanque," tandasnya.

Disatu sisi, pihaknya juga mengapresiasi sambutan positif yang ditunjukkan masyarakat dalam perlombaan tersebut. Banyak diantara mereka, yang bertanya dan mencoba bermain pentanque selama ajang berlangsung.

"Antusias peserta sangat tinggi, termasuk dari masyarakat. Mereka banyak bertanya dan bermain, apalagi kegiatan ini kita laksanakan di MAJT, dimana banyak dikunjungi masyarakat. Jadi selain melakukan perlombaan, kita juga memperkenalkan ke masyarakat tentang olahraga petanque," terang dosen UPGRIS tersebut. 

Buyung menunturkan olahraga pentanque relatif mudah dan murah. Mudah sebab bermain di halaman rumah pun bisa, modalnya pun tidak seberapa.

"Cukup ratakan lahan, lalu diberi kricak atau pasir, sudah bisa main. Selain itu, juga bisa dimainkan siapa saja, dari anak hingga dewasa, karena oleharaga target tidak terlalu membutuhkan fisik," tandasnya. 
 

 

Penulis : arixc
Editor   : edt