Pameran Property Expo Semarang ke 8 pada 2019, yang digelar di Mal Paragon, kemarin
SEMARANG, WAWASAN.CO – Sempat lesu di awal tahun, bisnis properti mulai menunjukkan tren positif.
Hal tersebut setidaknya terlihat, dari hasil capaian pameran Property Expo Semarang di sepanjang 2019.
Dari delapan kali pameran, mampu mencatatkan transaksi sebanyak 202 unit senilai Rp 223 miliar. Pencapaian tersebut lebih baik dibanding 2018, dari 10 kali pameran berhasil menjual sebanyak 293 unit dengan nilai Rp 239 miliar.
"Meski di awal tahun sempat lesu, namun usai Pemilu, hasilnya sudah mulai menunjukkan peningkatan. Terbukti jika dibandingkan dengan capaian pada 2018 lalu, pameran tahun ini lebih bagus," papar Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat di Semarang, Selasa (26/11).
Menariknya, selain tren penjualan meningkat, perubahan pilihan tipe rumah atau properti juga patut mendapat perhatian. Jika sebelumnya didominasi oleh properti atau rumah harga Rp500 juta kebawah, pada 2019 ini, rata-rata didominasi tipe menengah ke atas dengan kisaran harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.
"Properti ini bisa rumah atau apartemen, namun jika dibikin rata-rata memang didominasi oleh penjualan properti dikisaran Rp 1 miliar. Padahal kita juga menawarkan rumah dibawah Rp 500 juta," lanjutnya.
Pihaknya masih menganalisis adanya perubahan permintaan tersebut, untuk dievaluasi, sebab pangsa pasar rumah tipe menengah ke bawah masih cukup bagus.
Sementara, terkait prospek properti di 2020, pihaknya tetap optimis bakal lebih baik.
Menurutnya, dengan pemerintahan dan kabinet baru yang sudah ada saat ini pihaknya yakin akan membawa kesegaran bagi dunia properti.
“Kita harapkan di 2020, tidak ada kejutan-kejutan atau peraturan serta kebijakan baru yang dapat membuat bisnis properti jatuh.Kondisi ekonomi bisa tumbuh bagus dengan didukung politik dan keamanan. Politik sekarang juga sudah stabil,” ucapnya.
Mengenai harga, tahun depan harga rumah masih relatif terjadi kenaikan melihat harga material bahan bangunan dan harga tanah yang juga ikut naik.
"Sebenarnya dari segi pembiayaan tidak naik, hanya saja harga tanah umumnya naik setiap tahun, ini yang ikut bepengaruh pada kenaikan harga jual," pungkasnya.
Penulis : arr
Editor : edt