Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang saat melakukan upaya pemberantasan sarang tawon. Foto : Probo Wirasto.
PEMALANG, WAWASANCO-Terkait banyaknya serangan tawon atau lebah, Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang membuka saluran pengaduan yang dapat langsung diakses oleh masyarakat. Menurut Kepala Satpol PP, Wahyu Sukarno, pihaknya melalui pemadam kebakaran memang sudah membuka saluran laporan pengaduan dari masyarakat, hal ini dimaksudkan untuk upaya antisipasi bukan hanya setelah ada kejadian saja.
"Untuk No telepon Pemadam Kebakaran dapat diakses melalui (0284) 322502, atau SatpolPP di (0284) 321338, atau bahkan di IG SATPOLPP: Satpol PP Pemalang, dan FaceBook: satpolpp Pemalang, semua saluran tersebut dapat diakses sewaktu-waktu,"jelasnya, Kamis (28/11).
Menurut Wahyu Sukarno yang kini juga menjabat Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, masyarakat dapat melaporkan apabila ada sarang lebah di wilayahnya yang dinilai membahayakan dan meminta untuk dimusnahkan. Sehingga dengan demikian tidak hanya terpancang setelah adanya serangan saja, namun lebih pada upaya antisipasi.
Himbauan
Untuk penanganan dan pembasmian sarang lebah memang sudah beberapa kali dilakukan oleh tim dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang, titiknya pun tersebar di berbagai wilayah. Terakhir yang dilakukan adalah pembasmian sarang di wilayah Kebandaran Kecamatan Bodeh, karena telah merenggut dua korban jiwa.
Disisi lain masyarakat juga dihimbau untuk meminimalisir serangan tawon, antara lain dengan tidak menganggu keberadaannya termasuk menghindari lokasi rumah hewan penyengat tersebut jika memungkinkan. Namun memang terkadang serangan hewan yang menghasilkan madu ini tidak diketahui secara pasti sehingga menyasar manusia.
Seperti diketahui sepasang suami istri warga Desa Kebandaran Kecamatan Bodeh, Suwaryo (62) dan Edriyati (45) tewas akibat diserang ribuan tawon jenis Vespa, meski sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara intensif, namun keduanya tidak dapat bertahan dari reaksi sengatan sehingga meninggal dunia secara berurutan.
Kedua pasangan suami istri tersebut diserang saat keduanya baru saja pulang menggarap sawah, dan tengah dalam perjalanan pulang ke rumah menggunakan sepeda motor. Saat melintas di area pemakaman ternyata ribuan hewan yang bersarang tak jauh dari lokasi kejadian menyerangnya.
Penulis : pw
Editor : jks