222 Guru Terima Bantuan Pendidikan Kualifikasi Akademik RPL


MENYERAHKAN - Kasi Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi GTK PAUD Dikmas Dr Pujiarto MPd, didampingi WR IV UPGRIS Ir Suwarno Widodo MSi dan Dekan FIP Muniroh Munawar SPi MPd, secara simbolis menyerahkan bantuan pendidikan untuk peningkatan kualifikasi akademik S-1/D-IV RPL di kampus UPGRIS, Jumat (29/11). foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO - Sebanyak 222 guru menerima bantuan pendidikan untuk peningkatan kualifikasi akademik S-1/D-IV melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini ( PG PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan UPGRIS, dari Direktorat Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas Kemdikbud di Gedung Pusat lantai 7, Jumat (29/11).

Bantuan pendidikan akan diberikan kepada mereka, hingga lulus Sarjana di PG PAUD UPGRIS, sebesar Rp 3 juta per tahun yang bersumber dari Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Direktorat Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas Kemdikbud.

Syarat penerimaan, diantaranya mengajar minimal dua tahun di lembaga PAUD, memiliki sertifikat diklat atau kompetensi lain. 

Dr Pujiarto MPd selaku Kasi Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi GTK PAUD Dikmas Direktorat Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas Dirjen Kemdikbud, hadir secara langsung memberikan bantuan, sekaligus penjelasan teknis dengan para guru sebagai mahasiswa penerima beasiswa.

"Bantuan ini kita harapkan, dapat membantu pembiayaan mereka untuk menyelesaikan pendidikan. Setelah selesai, dan lulus. Mereka kita dorong untuk bisa menjadi guru kompeten dan profesional, sehingga dapat mentransfer keilmuan yang didapat bagi para siswa," terangnya.

Lebih jauh dipaparkan, pada tahun 2019 ini pihaknya menganggarkan bantuan bagi 700 mahasiswa RPL, yang tersebar di UPGRIS sebanyak 222 orang, IVet Semarang 175 orang dan Universitas Terbuka sebanyak 300 orang. 

Sementara, WR IV UPGRIS Ir Suwarno Widodo MSi mengapresiasi positif bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah, bagi guru peserta pendidikan RPL. 

Dijelaskan, kesadaraan masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di jenjang PAUD tinggi, angka partisipasi kasar (APK) hampir 90 persen.

Namun disatu sisi, masih banyak kualifikasi guru di jenjang lembaga tersebut yang belum memenuhi standar yang ditetapkan.

"Pendidikan RPL ini menjadi salah satu kunci untuk memecahkan persoalan tersebut, dengan bantuan pendidikan dari Kemdikbud," paparnya.

Pihaknya beharap kedepan, para guru mahasiswa RPL tersebut bisa segera lulus tepat waktu dan kembali ke masyarakat, untuk mengajar dengan kompetensi guru profesional.

"Setelah itu, mereka juga bisa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), sebab syaratnya harus lulus S1/D4. Jika lulus PPG, dan mendapat sertifikasi guru, tentu SDM mereka akan bertambah. Termasuk tunjangan profesi juga diterima," pungkas Suwarno. 


 

 

Penulis : arixc
Editor   : edt