Bupati dan DPRD Setujui RAPBD Tahun 2020


Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) disaksikan pimpinan DPRD menandatangani persetujuan bersama RAPBD tahun 2020, dalam rapat paripurna, Jumat (29/11). (Foto :Dok)

PURBALINGGA, WAWASANCO- Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) dan DPRD menyetujui RAPBD Tahun 2020.  Penandatanganan kesepakatan bersama tersebut dilaksanakan dalam rapat paripurna, Jumat (30/11). Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh Bupati Dyah Hayuning Pratiwi dan dipimpin Ketua DPRD HR Bambang Irawan.

Dalam kesempatan tersebut Tiwi menyampaikan RAPBD telah dibahas bersama antara legislatif dan eksekutif, baik melalui rapat-rapat Komisi maupun rapat Badan Anggaran. “Dalam pembahasan tersebut, berbagai saran, masukan maupun pendapat yang disampaikan semaksimal mungkin telah kami tampung. Namun demikian, mengingat bahwa kebutuhan belanja untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan jauh lebih besar dari sumber dana yang tersedia, tentunya kita harus menetapkan skala prioritas terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat di biayai, sehingga sangat mungkin ada usulan dan saran yang belum bisa terakomodir,” katanya.

Dalam perjalanan pembahasan RAPBD 2020, terdapat beberapa perubahan komposisi baik pada pos pendapatan, belanja, maupun pembiayaan, disesuaikan dengan perkembangan aspirasi dari masyarakat maupun kebijakan pemerintah pusat. Dengan demikian, postur RAPBD yang disetujui pada hari ini sudah mengalami  beberapa perubahan apabila dibandingkan dengan postur RAPBD yang diserahkan pada saat penyampaian nota keuangan. “Secara ringkas, RAPBD 2020, diantaranya, Pendapatan Daerah sebesar Rp. 2.042.708.319.000. Pendapatan tersebut terdiri dari dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 284.009.239.000, Danaperimbangan  Rp 1.274.999.202.000, Dan lain-lain penerimaan yang sah sebesar Rp 483.699.878.000.

“Sedangkan Belanja Daerah sebesar Rp 2.095.813.319.000. Belanja Daerah tersebut terdiri dari : Belanja tidak langsung sebesar Rp 1.281.187.859.000, dan Belanja langsung sebesar Rp 814.625.460.000. Dengan demikian defisit APBD tahun 2020 menjadi sebesar Rp 53.105.000.000,” jelasnya.

Defisit ini ditutup dengan pembiayaan netto sebesar Rp 53.105.000.000, yang terinci sebagai dari Penerimaan pembiayaan sebesar Rp 61.405.000.000, dikurangi Pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 8.300.000.000.

Ketua DPRD HR Bambang Irawan menyampaikan bahwa pihaknya bersyukur karena bupati dan DPRD akhirnya menyetujui RAPBD tahun 2020. Jika sebelumnya sempat ada penolakan KUA PPAS yang dilakukan sejumlah fraksi, dinamika politik tersebut akhirnya bisa dicari solusinya. “Kita tinggal menunggu evaluasi dari gubernur untuk penetapannya,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt